Negara Penerima Fasilitas Visa on Arrival akan Ditambah

Negara Penerima Fasilitas Visa on Arrival akan Ditambah

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2004 20:50 WIB
Jakarta - Pihak keimigrasian akan menambah jumlah negara yang menerima fasilitas Visa on Arrival (Visa saat Kedatangan). Penambahan ini akan dibahas dan dibawa Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin dalam Rapat Politik, Hukum dan Keamanan mendatang.Sebelumnya, ada permintaan dari Menteri Pariwisata Jero Wacik kepada Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin beberapa hari lalu, agar Visa on Arrival (VoA) ditinjau. Namun peninjauan kembali program VoA itu, ternyata bukan untuk dibatalkan/menarik kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan lalu. “Tidak mengarah pada pembatalan atau penarikan. Tetapi yang diminta adalah penambahan jumlah negara, dari 21 menjadi bertmabah. Kita sedang evaluasi dan seperti biasa, penetapan ini nanti akan dibawa oleh Menkum dan HAM dalam rapat politik, hukum dan keamanan mendatang,” jelas Dirjen Imigrasi Depkum dan HAM, Iman Santoso kepada wartawan usai upacara HUT Depkum dan HAM ke 59 di Kantor Depkum dan HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10/2004).Menurut Iman Santoso, ada sejumlah negara yang akan menerima fasilitas VoA tersebut, yaitu dari Eropa dan Asia. “Tapi akan dievaluasi dahulu, sejauhmana tingkat potensi ekonomisnya , kerawanan keamanan, sosial dan budayanya. Ini tentu ada evaluasi,” jelasnya.Penambahan jumlah negara itu, lanjut Iman, disambutan baik pihak Departemen Pariwisata dan tokoh pariwisata. Ditambahkannya, dalam pertemuan Menkum dan HAM dengan Menpar beberapa lalu dibicarakan soal penambahan itu. Alasannya, pemberian fasilitas VoA justru menambah pendapatan negara dan bisa digunakan untuk membantu pariwisata Indonesia.Iman menambahkan, dari tanggal 1 Februari hingga 29 Oktober 2004 tercatat angka orang asing yang masuk ke Indonesia mencapai 3,3 juta orang. Hal ini berarti melebihi angka wisatawan mancanegara yang masuk pada satu tahun lalu yang berjumlah 2,9 juta orang.“Sembilan bulan ini sudah mencapai 3,3 juta, kami optimis akan mencapai angka 4,5 juta tahun 2004 ini. Untuk sembilan bulan ini saja perolehan dana dari VOA sebesar US$ 29 juta,” kata Iman.Sebelumnya, pemerintahan Mega-Hamzah telah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan fasilitas Visa on Arrival kepada 21 negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Denmark, Emirat Arab, Hongaria, Finlandia, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Jepang, Jerman, Polandia, Korea Selatan, Perancis, Swiss, Selandia Baru dan Taiwan.Bandara udara yang melayani VoA itu adalah Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Polonia (Medan), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Juanda (Surabaya). Sedangkan Pelabuhan laut, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Benoa (Bali), dan Sibolga, Belawan. (zal/)


Berita Terkait