Arroyo Temui Keluarga Diplomat yang Disandera di Afghan
Sabtu, 30 Okt 2004 17:02 WIB
Jakarta - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menemui keluarga diplomatnya Angelito Nayan (34) yang disandera di Afghanistan. Dia juga mengirim tim untuk menjamin adanya pembebasan sandera."Arroyo meyakinkan saudara laki-laki dan perempuan Nayan kalau pemerintah akan melakukan apa saja yang memungkinkan untuk membebaskan diplomat junior itu," kata Menteri Muda Urusan Luar Negeri Rafael Seguis seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (30/10/2004).Nayan dan dua sukarelawan jajak pendapat, yakni seorang perempuan berkewarganegaraan ganda Irlandia dan Inggris serta seorang perempuan dari Kosovo, membantu mengorganisir pemilihan presiden secara langsung untuk pertama kalinya di Afghanistan. Namun ketiganya diculik dari mobil PBB pada 28 Oktober 2004.Penculikan itu merupakan yang pertama kalinya terjadi terhadap warga asing di Kabul, Afghanistan sehingga menimbulkan ketakutan. Pasalnya para gerilyawan yang berperang dengan sekitar 28 ribu pasukan AS dan NATO itu mengopi taktik yang digunakan gerilyawan Irak.Sebuah kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan itu mengaku kalau para sandera dalam keadaan selamat."Tim krisis pembebasan sudah berada di Islamabad, dipimpin oleh Dubes Filipina untuk Pakistan. Mereka diminta ke Kabul untuk bekerja sama dengan otoritas setempat," kata Seguis.Filipina juga melakukan koordinasi dengan PBB yang di New York AS dan Afghanistan. Kemudian melakukan kerjasama dengan pejabat dari Irlandia dan Inggris untuk mengupayakan pembebasan sandera.
(sss/)











































