PB XIII Tedjowulan Segera Rehab Bangunan Kraton

PB XIII Tedjowulan Segera Rehab Bangunan Kraton

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2004 16:39 WIB
Solo - Konflik internal di Kraton Surakarta belum menunjukkan titik temu. Hingga kini kompleks kraton masih dikuasai PB XIII Hangabehi, namun bantuan dari pemerintah sebesar Rp 1,7 miliar diberikan kepada kubu PB XIII Tedjowulan. Dengan dana itu, Tedjowulan bertekad akan segera merehabilitasi sejumlah bangunan."Dana yang diberikan pemerintah itu akan segera kami gunakan untuk merehabilitasi sejumlah bangunan yang saat ini memang sudah usang. Pengageng Parentah Kraton, Gusti Dipokusumo, yang akan bertindak sebagai pelaksana sekaligus yang mencari rekanannya," ujar PB XIII Tedjowulan kepada wartawan, Sabtu (30/10/2004) sore.Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mempertahankan eksistensi budaya, Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana sebesar 1,7 miliar rupiah untuk Kraton Surakarta dan Istana Mangkunegaran untuk biaya operasional dan perawatan. Kraton Surakarta diwakili oleh GPH Dipokusumo yang selama ini berpihak kepada Tedjowulan.Tedjowulan memaparkan bahwa beberapa bangunan yang dipastikan akan direhabilitasi adalah Panggung Sanggabuwana yang selama ini dianggap sebagai ciri khas Kraton Surakarta serta nDalem Ageng atau bangunan inti di kraton yang telah agak miring. Selain itu dana itu juga akan digunakan untuk dana operasional berbagai kegiatan upacara adat di kraton.Saat ditanya apa yang akan dilakukan jika proyek rehabilitasi dihalang-halangi kubu Hangabehi yang masih tinggal di kompleks kraton, Tedjowulan justru mempersilakan jika cara itu akan ditempuh."Kalau itu mereka lakukan, kami segera melapor ke pemerintah bahwa proyek kami dihalangi-halangi orang. Masyarakat umum juga akan bisa memberikan penilaialebih terbuka," paparnya.Ditarik ke MabesPada kesempatan itu, Tedjowulan juga memberitahukan bahwa mulai 15 Oktober lalu dirinya telah ditarik sebagai perwira menengah di Mabes AD. Sebelumnya Tedjo adalah Assisten Personil di Kodam III Siliwangi. Penarikan ke Mabes itu, kata dia, dilakukan dengan pertimbangan agar dirinya dapat lebih berkonsentrasi memikirkan kraton namun juga tetap bertugas di kemiliteran."Dengan job baru ini, saya dimungkinan tiga hari berada di Mabes TNI AD di Jakarta lalu tiga hari berikutnya ke Solo untuk mengurusi kraton. Saya harus menjalani kesibukan berat itu untuk menjaga nama baik serta memikirkan masa depan Kraton Surakarta. Hal serupa dulu juga dilakukan almarhum Sinuhun PB XII saat menjadi kolonel aktif di TNI AD," paparnya.Hati-hati Beli Pusaka KratonLebih lanjut Tedjo juga meminta kepada semua pihak agar berhati-hati jika ada orang yang menawari pusaka yang dikatakan berasal dari Kraton Surakarta. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan hal itu dilakukan oleh pihak yang telah kehabisan uang selama menghadapi konflik internal kraton."Tapi saya perlu menjelaskan kepada khalayak umum bahwa kemungkinan besar benda-benda yang ditawarkan itu hanyalah duplikat saja. Saya perlu mengingatkan agar tidak semakin banyak yang tertipu, karena telah ada beberapa orang yang mengaku tertipu dan melapor kepada saya," kata Tedjo. (nrl/)


Berita Terkait