Konfirmasi Dugaan Keterlibatan Suap, KPK Segera Panggil Sekjen ESDM

Konfirmasi Dugaan Keterlibatan Suap, KPK Segera Panggil Sekjen ESDM

- detikNews
Senin, 19 Agu 2013 21:15 WIB
Konfirmasi Dugaan Keterlibatan Suap, KPK Segera Panggil Sekjen ESDM
Jakarta - KPK menemukan uang US$ 200 ribu di ruang sekjen Kementerian ESDM Wahyono Karno. Uang tersebut disita karena diduga memiliki kaitan dengan praktek suap. KPK akan memanggil Wahyono untuk dikonfirmasi.

"Untuk mengkonfirmasi, kami akan memanggil Sekjen ESDM," ujar Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (19/8/2013).

Namun Johan mengaku belum mengetahui kapan akan dilakukan pemanggilan itu. "Saya belum tahu," kata Johan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait dengan kasus ini, Johan mengatakan, praktek korupsi dan suap biasanya dilakukan oleh sejumlah pelaku. Dan selama ini Rudi belum sepenuhnya terbuka kepada penyidik.

"Jadi amatlah merugi jika RR tidak memberikan informasi. Karena praktis tuduhan itu berhenti kepada dia," kata Johan.

Namun Johan memastikan, penyidik tidak bekerja berdasarkan pengakuan dari Rudi dan dua tersangka lain. KPK memiliki bukti-bukti yang lain.

"Karena tersangka memiliki hak ingkar," kata Johan.

Selain Wahyono, KPK juga menemukan adanya indikasi keterlibatan pejabat SKK Migas. Lembaga antikorupsi tersebut mencegah tiga pejabat SKK Migas karena diduga mengetahui banyak mengenai kasus ini.

Pejabat yang dicegah adalah Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat, Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono dan Kepala Divisi Komersial Gas Popi Ahmad Nafis. Pejabat lain yang dicegah adalah Kepala Divisi Operasi SKK Migas, Iwan Ratman.

Selain ketiganya, KPK juga sudah mencegah seseorang bernama Artha Merish Simbolon. Artha diketahui merupakan Direktur PT Surya Parna Niaga. Perusahaan ini kerap menjadi rekanan SKK Migas, sejak masih bernama BP Migas.

(/mad)


Berita Terkait