Koalisi Kebangsaan-Kerakyatan Diingatkan Jangan Terus Bertikai
Sabtu, 30 Okt 2004 14:39 WIB
Jakarta - Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan di parlemen diperingatkan agar jangan terus menerus bertikai. Rakyat akan berpikir politisi hanya mengejar kekuasaan."Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan harus berhati-hati agar tidak terus menerus bertikai. Karena bila tidak, rakyat akan menilai para politisi di parlemen hanya mengejar kekuasaan dan fasilitas belaka, serta tidak lagi memikirkan kepentingan rakyat."Demikian disampaikan pengamat politik Sukardi Rinakit dalam diskusi di Kafe Marios Place Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (30/10/2004)."Bahkan bila pertikaian tidak dihentikan, ada dua kemungkinan. Pertama, pemerintahan SBY tidak berjalan. Kedua, pemerintahan berjalan seenaknya karena tidak ada kontrol dari DPR," ujarnya.Namun Sukardi yakin pertikaian antara dua koalisi tersebut hanyalah sementara, karena masing-masing kubu ingin unjuk gigi."Ini masih peperangan 100 hari, kedua kubu ingin unjuk gigi, tapi lama-lama pertikaian ini akan surut dengan sendirinya," katanya.Pengamat Tata Pemerintahan Djohermansyah Djohan menilai ada dua hal penyebab pertikaian di parlemen sekarang. Pertama, karena tidak ada aturan main yang jelas yang dimuat di dalam Susduk. Kedua, masalah aktor-aktor politik yang nampaknya tidak menunjukkan perubahan dari parlemen sebelumnya.Pria yang akrab disapa Djo ini mencontohkan bagaimana cara-cara aktor politik di parlemen merebut kursi pimpinan dewan, yang menunjukkan gaya lama, bukan pemerintahan model baru sesuai pilihan rakyat."Tentunya hal ini tidak menguntungkan bagi pemerintahan SBY, dan berimplikasi langsung pada hubungan kemitraan antara eksekutif dan yudikatif," tukas Djo.
(sss/)











































