Dino sendiri menyatakan bahwa dirinya sudah menerima undangan konvensi capres dari SBY lewat lisan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik. Meski begitu Dino menolak tegas acara Diaspora Indonesia akan menjadi alat politik 2014.
"Nggak benar. Karena ini (Diaspora Indonesia) sudah lama, sudah setahun lalu," kata Dino usai pembukaan Kongres Diaspora Indonesia II di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
Kapasitas Dino sebagai Duta Besar AS dan mantan Staf Khusus Presiden dinilai menjadikan dirinya sebagai kandidat kuat capres lewat konvensi. Di sisi lain, pamor sosok Sri Mulyani di kancah internasional juga sangat cemerlang.
Sri Mulyani merupakan Managing Director World Bank. Selain itu, Sri merupakan mantan Menteri Keuangan.
Baik Dino maupun Sri mempunyai latar belakang pendidikan luar negeri yang mumpuni. Dino merupakan pria kelahiran Beograd, Yugoslavia, tahun 1965. Dino Menempuh SMA di Amerika Serikat, dan berkuliah di London School for Economic and Political Science, Inggris.
Sementara Sri meraih gelar doktoralnya dari University of Illinois, AS. Akankah keduanya bersanding menjadi capres dan cawapres?
(dnu/gah)











































