"(DPD) tingkat dua, Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Untuk DPD I nggak tahu saya," kata Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (19/8/2013).
Menurut Yorrys, pelunasan janji itu berlangsung tak mulus. Memang ada yang sudah dipenuhi, namun ada juga yang belum.
"Memang ada komitmen, tapi sampai sekarang masih tersendat-sendat," ujar anggota Komisi I DPR ini.
Bahkan, masih menurut Yorrys, pembayaran untuk pelaksanaan acara launching nomor 5 di Bali pada bulan Juli 2013 kemarin belum lunas. Dia menduga ada krisis keuangan di partainya.
"Acara kemarin di Bali baru dibayar separuh. Mungkin karena krisis keuangan partai, mungkin," tuturnya.
Ketua Wantim Golkar Akbar Tandjung mengungkap keluhan kader di daerah terkait kepemimpinan Ketum Ical. Keluhan tersebut terkait dana bantuan untuk DPD yang belum kunjung diberikan, menurut Wasekjen Golkar Tantowi Yahya, Ical tak pernah lari dari tanggung jawab.
Konon dana bantuan untuk DPD Golkar tersebut dijanjikan Ical saat deklarasi pencapresannya setahun lalu. Kala itu Ketua DPD yang hadir sudah sumringah menanti bantuan dana pasca deklarasi capres Golkar tersebut.
Menurut Wasekjen Golkar Tantowi Yahya, bantuan tersebut tentunya akan diberikan. Namun butuh waktu sebelum semua DPD menerimanya.
"Tidak semua bisa diselesaikan dalam waktu bersamaan, tapi ada upaya penyelesaian. Kalau ada DPD yang belum mendapatkan, itu ketua umum tidak lari dari tanggung jawabnya, hanya belum dibayar," kata Tantowi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (18/8/2013).
(tor/van)











































