Tiga Pesan SBY untuk Komunitas Diaspora Indonesia

Tiga Pesan SBY untuk Komunitas Diaspora Indonesia

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 19 Agu 2013 15:53 WIB
Jakarta - Presiden SBY minta diaspora Indonesia mensinergikan antara semua potensi dan aset diaspora dengan sumber daya di daerah. Selain itu sinergi dengan peluang-peluang yang ada dalam jaringan diaspora Indonesia.

"Menurut saya, ada tiga bentuk sinergi yang dapat diupayakan melalui kongres ini," ujar SBY dalam sambutannya di acara Kongres Kedua Diaspora Indonesia di JCC, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Pertama, sinergi di antara komunitas-komunitas diaspora secara global. Menurutnya dalam satu tahun terakhir, telah terjadi proliferasi Indonesia Diaspora Networks secara global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini sudah terbentuk 55 chapter Indonesian Diaspora Networks di 26 negara. Ini adalah pertanda betapa gesit dan semangatnya mereka dalam merintis gerakan diaspora yang baru lahir ini," ujar SBY.

Tantangannya adalah bagaimana cabang-cabang IDN tersebut dapat merumuskan suatu mekanisme interaksi dan kerjasama yang substantif. Selain itu, gerakan diaspora juga perlu sebanyak mungkin menyerap dan merangkul jutaan diaspora Indonesia yang masih belum terjangkau. Disini, saya menghargai sekali pembentukan database berbasis online bernama Diaspora Network Brain Bank yang kini sudah operasional.

"Saya harap Brain Bank ini dapat menjadi sumber data yang dapat menampung dan menggiatkan brain power diaspora Indonesia," imbuhnya.

Sinergi kedua, lanjut SBY, yang perlu dicapai adalah antara diaspora dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Baik pemerintah maupun diaspora sama-sama mempunyai aset, modal, jaringan dan peluang. Mudah-mudahan dalam kongres ini, diaspora dapat melihat sendiri kemajuan Indonesia yang pesat sebagai emerging economy dunia.

"Kalau anda mencari peluang bisnis, simaklah Master Plan Pembangunan Indonesia yang bernama MP3EI, mirip plat nomor mobil memang, yang akan membentuk 6 koridor pertumbuhan di Indonesia, yang akan didukung investasi total sebesar 4.012 trilyun rupiah atau sekitar US$400 milyar. Saya mengundang diaspora untuk mengambil bagian dari rencana besar bangsa Indonesia ini," imbaunya.

SBY juga telah menginstruksikan agar kapasitas kantor Desk Diaspora Indonesia dapat terus ditingkatkan, baik dari segi personel, anggaran dan perangkat, agar dapat membantu melayani jutaan diaspora Indonesia. Namun kebijakan diaspora pemerintah akan gagal kalau hanya bersifat sektoral saja.

"Disini, saya meminta seluruh jajaran pemerintah untuk "diaspora minded", selalu proaktif dan responsif terhadap tawaran kerjasama, dan jeli menangkap peluang yang diulurkan oleh diaspora. Pemerintah perlu lebih teliti mempelajari potensi diaspora," tuturnya.

"Saya senang sekali bahwa diaspora Indonesia dari Belanda kini sedang aktif menjalin kerjasama dengan Pemda DKI untuk membangun inovasi "kampung vertikal" yang hijau dan ramah lingkungan," lanjutnya.

Sinergi ketiga, adalah antara diaspora dengan masyarakat di tanah air. Menurut SBY tidak semua kerjasama harus melalui pemerintah. Dalam era globalisasi, realita bahwa arus interaksi antar-masyarakat justru lebih intensif daripada arus antar pemerintah.

"Karena itu, saya gembira melihat kini sudah ada MOU antara KADIN dan Indonesia Diaspora Busi-ness Council yang dipimpin oleh Edward Wanandi, dan HIPMI juga sangat aktif merangkul pengusaha diaspora," ungkapnya.

SBY mengaku tersentuh karena selama di Jakarta banyak diaspora yang berpartisipasi dalam “Kelas Inspirasi” bekerjasama dengan Yayasan “Indonesia Mengajar”, dan ada juga yang ikut program penghijauan sepanjang Kalimalang dan Muara Angke, Jakarta.

"Kalau kongres ini berhasil meningkatkan tiga sinergi ini, maka saya yakin diaspora Indonesia akan tumbuh pesat secara global," tutupnya.



(ega/lh)


Berita Terkait