"Tas saya dirusak saat dalam penerbangan dari Medan menuju Jakarta pada 9 Agustus lalu. Saya berangkat dari Medan pukul 08.40 WIB dan tiba pada pukul 10.55 WIB," kata Maruahal Sihombing
kepada detikcom, Senin (19/8/2013).
Maruahal mengatakan saat itu memasukkan tiga tas ke dalam bagasi. Tas yang menjadi sasaran pengerusakan adalah travel bag yang diberi gembok. Gembok ini merupakan gembok yang diberi angka kombinasi untuk membukanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruahal mengatakan, tidak ada barang yang hilang akibat pembobolan itu. "Tidak ada yang hilang karena isi tas cuma baju saja," katanya.
Pembobolan lain dialami Mardiana Karlina yang menempuh penerbangan Padang-Jakarta. Saat itu dia terbang bersama anaknya pada 15 Agustus. Saat terbang Mardiana membawa dua tas yang dimasukkan ke dalam bagasi.
"Saat sampai di Jakarta saya kaget ternyata salah satu tas saya dibongkar orang," katanya.
Setelah dicek ternyata ada uang yang disimpan di dalam tas itu diambil pencuri. Sebuah amplop surat yang ada dalam tas itu juga disobek.
"Pas tahu dalam amplop itu tidak ada uangya maka dimasukkan kembali ke dalam tas," katanya.
Sementara, General Affairs Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (AP II) Yudis Tiawan menjelaskan bahwa pembobolan bagasi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pihak perusahaan penerbangan (airline).
"Hal itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab ada di pihak airline, tetapi kami selalu mengkomunikasikan ini," ujar Yudis saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/6/2013).
Yudis menyarankan penumpang yang kehilangan barang atau koper di bagasinya rusak untuk segera melaporkannya kepada pihak lost and found yang terdapat di terminal kedatangan. Petugas bagian lost and found itu dari pihak airline.
"Begitu ada barang diambil segera klaim ke airline, ada ketentuan kok," kata Yudis.
(nal/nrl)










































