Teror Penembakan Belum Terungkap, Polisi Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Teror Penembakan Belum Terungkap, Polisi Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 19 Agu 2013 11:30 WIB
Jakarta - Pelaku penembakan terhadap anggota polisi beberapa waktu terakhir belum berhasil ditangkap. Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

"Tingkatkan kewaspadaan dan pelayanan masyarakat harus berjalan sesuai dengan tugas-tugas rutin kita," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno usai rapat analisa dan evaluasi di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Terkait insiden penembakan terjadap sejumlah anggota polisi, Putut menyampaikan bahwa pihaknya tidak melarang anggota untuk beraktivitas menggunakan motor. Begitu pula dengan atribut dan seragam bagi anggota polisi, harus tetap dipakai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enggak, tidak ada itu (larangan untuk menggunakan seragam-red). Tidak ada perintah untuk tidak boleh menggunakan seragam dinas, tidak ada itu," tegas mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Putut melanjutkan, seragam dan atribut polisi harus tetap dikenakan saat hendak berdinas, maupun setelah lepas dinas.

"Pakai seragam, tetap kita pelayanan masyarakat tetap berjalan," kata dia.

Seperti diketahui, selama 2 pekan terakhir ini teror penembakan anggota Polri terus terjadi. Sebelumnya, Aipda Patah Saktiyono ditembak oleh 2 orang pria misterius, saat melintas tepat di depan Sekolah Al-Path, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013) subuh lalu.

Anggota Polantas Gambir ini ditembak dari belakang oleh pelaku. Tembakan pelaku mengenai punggung korban dan tembus hingga ke dada kirinya. Saat ini, kondisi korban berangsur membaik.

Kemudian, peneror juga menembak Aiptu Dwiyatno di depan RS Sari Asih, Tangerang Selatan, pada Rabu (7/8/2013) subuh lalu. Saat itu, anggota Binmas Polsek Cilandak hendak mengisi kegiatan ceramah di Lebak bUlus, Jaksel.

Selanjutnya, rumah milik AKP Tulam di Perum Banjar Wijaya Blok B49 No 6 RT 02/07 Cluster Yunani, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Selasa (13/8/2013) ditembak oleh orang mistrerius. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Yang terakhir, dua anggota polisi Aiptu Kus Hendratna dan Bripka Ahmad Maulana, juga tewas ditembak oleh 2 orang pria misterius di depan Masjid Bani Umar, Jalan Graha Raya Bintaro, Kelurahan Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/8/2013) lalu.

Peristiwa bermula ketika Aiptu Kus hendak melakukan pengamanan peringatan Hari Kemerdekaan RI, dipepet oleh 2 pelaku yang menggunakan motor Yamaha Mio. Korban kemudiakn ditembak di bagian kepala, tepatnya 500 meter sebelum Polsek Pondok Aren.

Di saat bersamaan, Bripka Ahmad Maulana bersama 3 anggota lainnya melintas di lokasi, hendak melakukan apel di Polsek Pondok Aren, melihat kejadian penembakan Aiptu Kus tersebut. Keempat anggota yang menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam, kemudian mengejar pelaku penembakan tersebut dan langsung menabrak pelaku dari belakang.

Dua pelaku tersungkur setelah ditabrak anggota dari belakang. Sementara mobil yang ditumpangi anggota dan rekannya, terperosok ke got. Di saat itulah, dua pelaku langsung menghampiri mobil korban dan menembaki mobil korban, hingga terjadi baku tembak.

Korban Bripka Ahmad Maulana tertembak di bagian kepala dan punggung dalam insiden itu. Ahmad Maulan tewas, sebelum dilarikan ke RS Polri. Sementara pelaku melarikan diri dengan merampas motor Honda Supra Fit B 6620 SFS, milik seorang sekuriti yang sedang melintas di lokasi.

(mei/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini