Tapi rupanya, ayah dua anak warga Depok ini kecewa. Kereta bernomor 969 jurusan Bogor-Kampung Bandan ini malah memberi pengalaman buruk.
"AC mati, panas banget. Ini anak-anak pada keringetan," jelas Sahid, Minggu (18/8/2013).
Padahal, yang dia harapkan pengalaman naik kereta kepada anak bisa memberikan kenyamanan. Yang didapat malah sebaliknya.
"Penumpangnya berjubel, tapi AC mati. Padat banget kaya pepes ikan," keluhnya.
Banyak penumpang yang akhirnya turun di Pasar Minggu, Jaksel. Mereka tak tahan dengan panas di dalam gerbong.
"Nggak jauh beda kaya kereta ekonomi," tutup Sahid yang memilih bertahan di kereta.
(ndr/mad)











































