"Enggak ada firasat. Waktu mau kerja dia cium tangan saja. Semua dicium tangannya. Cep hati-hati yah," kata Ibunda Ahmad, Ica Kurnia, di rumah duka, Jalan Musyawarah, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8/2013). Cep adalah Cecep panggilan akrab Ahmad Maulana.
Menurut Ica, Ahamad yang bertugas di Polsek Pondok Aren itu adalah tulang punggung bagi keluarga, terutama istri dan ketiga anaknya. "Dia itu tulang punggung keluarga, dia anak laki-laki satu-satunya. Anak paling bontot dari lima bersaudara," ujarnya.
Sang ibu menilai putranya itu memiliki kepribadian yang ramah, baik dan peduli pada sesama. "Dia baik, perhatian sama keluarga," tutur Ica.
Ica menceritakan Maulana juga sempat membagikan uang kepada keponakannya saat Lebaran.
"Lebaran bilang ke keponakan-keponakan, om terakhir kasih uang nih, besok om yang dikasih sama kamu," terang Ica.
Bripka Ahmad Maulana telah dimakamkan di TPU Kampung Sawah Lama, Ciputat. Ia tewas saat bersama tim buser mengejar pelaku penembakan rekannya. Ahmad meninggalkan seorang istri Rofiah (34), dan tiga orang anak yaitu Ahmad Aufa Nurfadillah (15), Ahmad Zaki Fahrudin (8), dan Muhammad Farhan Nur Ammar (40 hari). Kapolri menaikkan pangkat Ahmad yang gugur dalam tugas menjadi Aipda (Anumerta) Ahmad Maulana.
(/aan)











































