Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca

Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca

Tya Eka Yulianti - detikNews
Sabtu, 17 Agu 2013 16:19 WIB
Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca
Bandung - Rekonstruksi pembunuhan Sisca Yofie (34) segera digelar Senin mendatang. Desakan agar kejanggalan tewasnya Branch Manager Verena Multi Finance itu diungkap tuntas kian menguat.

Salah satunya dari LSM Masyarakat Pencegah Kejahatan (MPK) yang mendesak meminta polisi untuk bersikap profesional, tegas dan transparan dalam menangani kasus tewasnya Sisca.

"Kami ini adalah bagian dari suara masyarakat. Tugas pokok kami yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan. Kasus ini menjadi perhatian kami karena banyak disoroti," ujar Ketua Pembina MPK, M Jaya, saat ditemui di Polrestabes Bandung, Sabtu (17/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Organisasi yang disebut Jaya terdiri dari berbagai unsur kelompok masyarakat itu tergerak untuk bisa ikut mengawal kasus ini. "Kami ingin mengawal proses penyidikan dan proses hukum yang sudah, sedang dan akan berjalan," katanya.

Kedatangannya ke Polrestabes Bandung yaitu untuk menanyakan perkembangan kasus Sisca dan menyatakan akan ikut mengawasi kasus. Namun sayangnya, di Satreskrim Polrestabes Bandung Jaya yang datang dengan sekitar 5 orang anggotanya itu ia tak bisa menemui Kasatreskrim karena sedang tak berada di tempat.

MPK mendesak polisi untuk bersikap profesional jika kasus ini melibatkan anggotanya. "Kami minta polisi transparan jika ada aparat yang terlibat. Kami minta hukum tetap ditegakkan. Jangan sampai karena 1 orang jadi merusak korps Polri," tutur Jaya.

Saat disinggung apakah LSM ini ada hubunganya dengan keluarga Yofie, Jaya mengatakan tak ada hubungannya. Namun mereka menyatakan keinginannya untuk bisa mengadvokasi keluarga Sisca.

LSM ini pun mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini. Di antaranya, jika penjambretan, kenapa pelaku sampai membawa golok. Bagaimana korban memeluk pelaku saat dibonceng di motor, begitu juga keterangan tersangka yang menyebut rambut korban masuk gear motor.

"Saat memeluk dari belakang itu apa bobotnya tidak membuat motor jatuh. Lalu rambut bisa masuk ke gear, itu harus diuji," tuturnya.

(tya/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads