"Sudah tertangkap, tapi karena berusaha melarikan diri, terpaksa ditembak kaki kanannya," kata Kanit Resmob Polresta Manado, Iptu Riki Ganjar kepada detikcom, Sabtu (17/8/2013) siang.
Ganjar mengatakan, awalnya anggota sempat terkecoh saat dilakukan penggrebekan di rumahnya, karena pelaku tidak berada di tempat. Saat akan kembali, pelaku terlihat sedang berdiri di tempat yang agak gelap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat akan digiring ke mobil untuk mencari keberadaan pelaku lainnya, Jerry berontak dan berusaha melepaskan diri dari pegangan anggota dan kabur. Kaos yang dipakainya sampai robek karena terjadi tarik menarik.
"Saat itu anggota menembaknya dan kena kaki kanannya hingga pelariannya terhenti," ucap Ganjar.
Jerry adalah salah satu pelaku utama yang melontarkan anak panah wayer yang mengena di perut korban, Tian Mokalu (20), warga di Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea, pada Kamis (15/8/2013) dini hari.
Korban saat itu sedang bersama adiknya Arky Mokalu, dicegat di jalan Sam Ratulangi, tepatnya di depan Gereja Abraham Sario oleh para pelaku saat pulang usai pesta minuman keras (miras) di kompleks toko pakaian Saint City, hingga terjadi perkelahian antara korban dan rekan pelaku berinisial R alias Rivai.
Pelaku kemudian membantu temannya Rivai dengan melontarkan panah wayer ke tubuh korban hingga jatuh terkapar bersimbah darah. Ada dua anak panah wayer yang tertancap di perut korban. Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, salah satu pelaku berinisial V alias Viali, sempat memukulkan sandal ke kepala korban.
Warga sekitar yang melihat korban yang sudah bersimbah darah, langsung melarikannya ke RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Manado. Korban sempat bertahan beberapa jam, namun akhirnya meninggal dunia pukul 17.00 WITA, saat dilakukan operasi untuk mengeluarkan dua anak panah yang tertancap di perut.
(lh/lh)











































