Meski pelaku mengaku aksinya bermotif pencurian disertai kekerasan, kematian Sisca Yofie (34) masih menyisakan tanda tanya. Sisca tewas diseret pelaku atau terseret gara-gara rambutnya masuk gir motor pelaku? Jawaban itu akan dibeberkan Kompolnas secepatnya.
"Hasil kesimpulannya butuh dua hingga tiga hari mendatang. Sabar ya," jelas Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya Sisca bersimbah darah di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jumat (16/8/2013).
Hamidah datang bersama dua komisioner Kompolnas lainnya, M Nasser, dan Edi Saputra Hasibuan. Turut mendampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamidah cs sebelumnya menyambangi Polrestabes Bandung untuk bertanya langsung kepada kedua pelaku yakni Wawan (39) dan Ade (24). Walau kedua pelaku diperiksa terpisah, sambung Hamidah, pengakuan didapat menyebutkan Sisca terseret karena rambut masuk dan terlilit gir motor.
"Keduanya sudah diperiksa lie detector. Ada sinkronisasi dari keterangan keduanya kalau korban terlilit (gir motor). Pelaku mengaku tidak tahu kalau korban rambutnya terlilit," kata Hamidah.
Kompolnas enggan tergesa-gesa menyimpulkan kondisi itu benar lantaran ada saksi melihat tubuh Sisca sengaja diseret di aspal jalan oleh pelaku yang menunggangi sepeda motor.
"Makanya kami akan kami dalami. Hasil temuan hari ini 'kan baru kesimpulan sementara. Untuk keseluruhan kasusnya termasuk soal Kompol A, belum bisa disimpulkan. Semua kesimpulannya setelah nanti kami mendapatkan seluruh data," ucap Hamidah.
Kompolnas tidak menyambangi lokasi indekos Sisca yang merupakan titik awal perkara ini muncul. Mereka beralasan terburu-buru ke Mapolda Jabar untuk menemui Kompol A.
(bbp/trw)











































