Motor milik pelaku tersebut disimpan di bagian belakang aula Polrestabes, Jl Jawa, Bandung. Awalnya Hamidah menanyakan, bagaimana bisa Sisca terseret karena rambutnya terlilit gir.
"Menurut saya, kalau terlilit begitu kepalanya bisa habis," kata Hamidah, Jumat (16/8/2013).
Kabid Dokes Polda Jabar Pramudjoko mengatakan bahwa Sisca tidak sejak awal terseret, melainkan sebelumnya berpegangan pada pelaku dengan cara merangkul Wawan yang dibonceng Ade.
"Di tengah jalan baru lepas dan jatuh. Luka di kepalanya kemungkinan karena kena ini (sambil menunjuk bagian motor-red). Baru terseret dan berhenti," kata Pramudjoko.
Hamidah menanyakan jarak dari Sisca jatuh sampai motor terhenti.
"Setelah dihitung dari kosan sampai lokasi ditemukan 830 meter. Dari titik CCTV sampai ditemukan 400 meter, jadi sekitar 400 meter," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung Trunoyudo Wisnu Andiko.
Mendengar hal itu, Hamidah tetap menyangsikan motor masih bisa berjalan dalam kondisi ada rambut yang melilit di motor.
"Sejauh itu masih bisa berjalan?" kata Hamidah heran.
Pramudjoko menuturkan untuk membuktikan Sisca terlilit gir atau tidak, bisa dengan memeriksa rantai motor yang telah dipreteli pelaku. "Kalau ada darah yang cocok dengan DNA korban, berarti memang benar terlilit," katanya.
Menanggapi itu, M Nasser pun mengatakan argumentasi atau seperti yang dijelaskan polisi itu bisa saja, namun akan lebih dipercaya jika hal itu realistis.
"Pengayaan argumentasi itu bisa saja, menempatkan teori-teori. Tapi kira-kira yang realistis. Kita hargailah keilmuan Bapak," katanya.
Foto kondisi Sisca dibawa untuk diperlihatkan dan dibandingkan kemungkinan luka yang dialaminya.
Sekitar 10 menit lamanya mereka beradu argumen di depan motor Suzuki Satria yang dipakai tersangka Wawan dan Ade. Sementara Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno hanya memperhatikan.
(tya/trw)











































