Syarief dan Tifatul Tanggapi Larangan Nongol di Iklan Layanan Masyarakat

Syarief dan Tifatul Tanggapi Larangan Nongol di Iklan Layanan Masyarakat

M Iqbal - detikNews
Jumat, 16 Agu 2013 16:10 WIB
Syarief dan Tifatul Tanggapi Larangan Nongol di Iklan Layanan Masyarakat
Jakarta - KPU melarang menteri yang nyaleg nongol di iklan layanan masyarakat. Dua menteri yang menjadi caleg pun memberikan tanggapannya.

"Bagus aja, kalau tampil secara pribadi silakan aja. Harus ada juklak dari KPU dan Bawaslu, kita tunggu aja," kata Menkominfo yang juga caleg PKS, Tifatul Sembiring, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Tifatul sempat berkonsultasi dengan Bawaslu terkait hal ini. Karena ada kemungkinan dia masuk iklan terkait BBM, tv digital, dan ucapan-ucapan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti mungkin, saya sebetulnya tidak terlalu senang tampil. Kalau sewa bintang kan bayar. Kalau saya gratis, walaupun ganteng juga nggak," katanya sembari tertawa.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM yang juga Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan menilai tugas sebagai menteri harus dipisahkan dengan tugas caleg memenangkan parpol sekaligus memuluskan jalannya ke Senayan.

"Memang nggak boleh. Harus dibedakan, antara tugas sebagai menteri dan tugas sebagai caleg. Seperti saya, urusan caleg kalau hari Sabtu atau Minggu, atau malam," kata Syarief yang menjadi caleg PD ini.

Sama dengan Tifatul, Syarief juga ikut di sejumlah iklan kewirausahaan. Syarief mengaku tak mungkin menghentikan sedikit iklan yang melibatkan dirinya tersebut.

"Itu setiap tahun di anggaran seperti program kewirausahaan masa saya harus berhenti, program pemberdayaan. Menteri harus ada, supaya masyarakat tahu, oh itu. Kalau mau lihat jeleknya saya salah saja, kalau mau lihat positifnya," katanya.

Apakah sengaja iklan untuk mempopulerkan diri sebagai caleg PD sehingga iklan kementerian makin banyak jelang Pemilu? "Itu kan persepsi orang lain. Kalau di tempat saya sedang ada program kewirausahaan, program koperasi, KUR, masa mau berhenti. Ntar dibilang nggak sosialisasi," tandasnya.

(bal/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini