Aksi tersebut dimulai dengan berkumpul di Bundaran HI kemudian melakukan long march hingga kantor perwakilan PBB. Kelima pimpinan lembaga kemanusiaan tersebut lalu menemui perwakilan PBB untuk menyatakan dukungan.
"Alhamdulillah tadi kami menemui perwakilan PBB di kantornya dan di sambut baik di sana, kami sampaikan pernyataan sikap kami dan mendapat dukungan untuk mengirimkan relawan ke Mesir," ujar Presiden Dompet Dhuafa, Ahmad Jazuli usai menemui perwakilan PBB di Jl.MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2013).
Para demonstran mengenakan jaket lembaganya masing-masing dengan membawa spanduk bertuliskan "Free Egypt" dan "Stop Killing". Mereka juga meneriakan yell "Untuk Mesir..Untuk Mesir" kemudian disambung dengan takbir.
Pernyataan sikap SEAHum yang disampaikan kepada perwakilan PBB adalah:
1. Mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah militer Mesir terhadap rakyat sipil.
2. Meminta PBB dan Amnesty internasional untuk melakukan penyelidikan independen.
3. Meminta Presiden SBY untuk menyatakan sikap mewakili negara berpenduduj muslim terbanyak.
4. Menyerukan kepada semua negara, organisasi internasional, dan lembaga kemanusiaan untuk menyelenggarakan konferensi dukungan perdamaian di Mesir.
5. Menyerukan kepada semua lembaga kemanusiaan untuk memberikan pertolongan dan bantuan bagi korban kekerasan di Mesir.
Unjuk rasa berlangsung tertib selama kurang dari satu jam dan tidak menyebabkan kemacetan yang berarti. Kepolisian Sektor Tanah Abang mengerahkan 400 personel untuk pengamanan tanpa mobil barracuda ataupun water cannon.
(bag/gah)











































