Salah satunya Fatscomm yang didirikan oleh Ipang Wahid, sekaligus menjabat sebagai Direktur Eksekutif. Pria bernama asli Irfan Asya'ari Sudirman ini mengaku perusahannya yang bergerak di bidang branding consultan itu kerap diminta membantu calon legislatif maupun partai politik.
Personal branding yang dilakukannya tak lepas dari tujuan poles memoles citra kandidat dalam pemilihan umum. Menurut Ipang, komunikasi politik adalah salah satu dari tiga komponen utama dalam pemenangan seorang kandidat. Pencitraan politik bisa dilakukan dengan dua cara, yakni serangan udara dan serangan darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Udara itu lebih pada iklan-iklan besar seperti radio, televisi, dan media cetak. Serangan darat berupa spanduk, dan brosur, itu sudah paling efektif,” kata Ipang kepada detikcom Rabu (14/8) lalu. Saat pemilihan legislatif, biasanya konsultan komunikasi berhubungan dengan partai politik untuk merancang serangan udara.
Putra sulung Salahuddin Wahid ini mengatakan untuk mengurusi satu klien, biasanya dia menurunkan minimal 15 orang anggota. Terdiri dari tim account, desain dan perencanaan. Namun jika si klien juga memesan untuk kegiatan publikasi, tim yang diturunkan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan orang.
Soal biaya, Ipang mengaku branding politik hampir sama dengan branding produk. “Artinya tidak membedakan bahwa ini calon presiden atau bukan, tapi tergantung dengan eventnya,” kata dia. Ada juga Indo Barometer yang menyediakan jasa identifikasi suara atau pemetaan, intervensi suara atau pemenangan dan terakhir menjaga suara.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, identifikasi dilakukan dengan cara survei untuk melihat peta kekuatan calon, alasan orang memilih, isu-isu di masyarakat setempat yang jadi daerah pemilihan.
Dari pemetaan kelemahan dan tingkat pengenalannya, disusunlah kegiatan untuk program pemenangan atau intervensi suara. Tahap ini untuk melihat calon yang paling kuat, apakah dari calon partai tersebut, atau dari yang lain. Selanjutnya adalah kegiatan menjaga suara antara lain menyusun jaringan saksi untuk quickcount.
Soal harga menurut Qodari biasanya ada fix ratenya, disesuaikan dengan jumlah responden, masa kerja serta kondisi geografis. Sementara Saiful Mujani Research Centre mengatakan, perusahaanya menawarkan jasa survei dan konsultasi atau pendampingan.
Sebelum memberi saran terkait kekurangan dan kelebihannya atau merancang strategi menghadapi competitor, harus ada survei terlebih dulu. “Jika tidak, seperti orang berperang tapi buta, tidak tahu kekuatan peta masing-masing, bahkan kekuatan diri sendiri pun tidak tahu,” kata Direktur Eksekutif SMRC Grace Natalie.
Untuk mengurus satu orang klien, jumlah tim yang dibutuhkan berbeda-beda. Ini disesuaikan dengan jumlah kursi di tiap daerah pemilihan ataupun jumlah responden.
Cara kerja tim konsultan tersebut yakni lebih pada peran supervisi seperti melihat struktur organisasi, alur kerja, dan evaluasi kekurangannya. Setelah itu memberi saran, guideline, arahan supaya klien lebih efisien. Sementara eksekusi tetap dilakukan oleh tim sukses calon yang bersangkutan.
Menurut Grace, peran eksekutor dan supervisi sengaja dipisahkan supaya tidak bias. “Jadi tim yang kami terjunkan pun enggak sampai puluhan, paling beberapa orang saja untuk pentolannya, mungkin 3-4 orang,” kata dia.
Mengenai biaya konsultasi, perempuan kelahiran 4 Juli 1982 ini enggan membeberkan. Namun biasanya variabel yang mempengaruhi harga adalah jumlah tim yang diterjunkan, jumlah responden, serta masa kerja.
(erd/erd)











































