Tim relawan tersebut dipimpin oleh relawan ACT Doddy CHP yang telah memiliki pengalaman di Jalur Gaza. Sedangkan 2 relawan lainya adalah dr Lukmanul Hakim dan dr Aris Ramdhani.
"Kita akan langsung kirimkan ke rumah sakit lapangan di Kairo, sebab rumah sakit pemerintah yang notabene milik pemerintah Mesir sudah tidak memungkinkan merawat korban kekerasan militer Mesir," kata Doddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doddy menambahkan, ACT telah bekerja sama dengan relawan kemanusiaan di Mesir. Nantinya relawan tidak hanya ditempatkan di Kairo, tetapi juga lokasi-lokasi lain yang memerlukan bantuan medis.
"Ahad nanti kita berangkat ke sana karena visa kami baru turun. Setelah itu keperluan medis akan kita beli di sana. Kami juga buka gelombang kedua untuk call for volunteer yang akan diberangkatkan pada September," katanya.
Saat ini tim untuk gelombang kedua sudah terdaftar 4 orang dan masih terbuka bagi relawan lain di luar ACT yang dapat mendaftarkan diri ke kantor ACT. Gelombang relawan akan tinggal di Mesir dalam kurun waktu satu bulan.
Ahyudin mengatakan, perhatian umat Muslim di Indonesia sangat tinggi dalam tragedi di Mesir. Jumlah sumbangan juga sangat tinggi.
"Dalam 1 hari kemarin saja sudah terkumpul Rp 1 miliar rupiah sumbangan dari umat muslim di Indonesia. Ini merupakan bentuk aksi nyata solidaritas masyarakat Indonesia. Dana ini akan kita gunakan untuk keperluan medis korban-korban kekerasan di Mesir," ujar Ahyudin.
(nik/nrl)











































