Thaksin Bentuk Komisi Penyelidik Independen

Thaksin Bentuk Komisi Penyelidik Independen

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2004 06:17 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Sinawatra akan membentuk komisi independen guna menyelidiki kematian lebih dari 80 pengunjuk rasa muslim di Thailand Selatan. Thaksin memastikan pemerintah tidak punya agenda tersembunyi dalam kasus ini.Sebelumnya telah terjadi insiden tewasnya para pengunjuk rasa. Mereka diperkirakan tewas karena tidak bisa bernapas setelah ditangkap dan dimasukkan ke dalam truk.Kematian ini telah menimbulkan protes dan ungkapan keprihatinan dari negara tetangga. Pemimpin Islam di Selatan Thailand memperingatkan kemungkinan lebih banyak lagi keributan.Thaksin seperti yang dikutip BBC dalam pidatonya dalam siaran televisi nasional menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi. Thaksin tampak tenang walau mendapat banyak tekanan.Dia berbicara dengan nada pelan, mengenakan pakaian gelap, berdiri di depan lukisan klasik khas Thailand. "Pemerintah tidak boleh menyembunyikan fakta apapun, karena pemerintah memang tidak punya agenda tersembunyi," kata Thaksin.Komisi independen ini akan diketuai oleh mantan ombudsman parlemenPichet Sunthornpipit. Dia akan didampingi oleh ahli dalam masalah hukum, kebudayaan Islam, dan penanganan massa.Thaksin memulai dengan merangkum kekacauan yang terjadi di selatan dalam setahun terakhir, merinci berapa banyak polisi dan penduduk sipil diserang. Dia juga memberikan penjelasan lengkap mengenai protes hari Senin lalu. Thaksin mengatakan pemerintahnya sangat mengerti rakyat mereka. Tidak ada sentimen keagamaan yang muncul dalam penanganan masalah di selatan negeri itu. Dia juga menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban, sambil menambahkan mereka akan mendapatkan ganti rugi.Namun dalam pidato ini, Thaksin tidak mengatakan akan memecat panglima militer yang bertangung jawab atas daerah selatan atau juga permintaan maaf seperti yang diharapkan banyak pihak. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads