Keluarga Korban Kasus TSS Ragukan Komitmen Jaksa Agung

Keluarga Korban Kasus TSS Ragukan Komitmen Jaksa Agung

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2004 00:29 WIB
Jakarta - Keluarga korban kasus dugaan pelanggaran HAM TSS masih ragu atas komitmen Jaksa Agung Arman. Begitu juga dengan tim kecil yang akan dibentuk Kejagung dan Komnas HAM untuk menuntaskan kasus Trisakti Semanggi I Semanggi II (TSS) dan Mei 98.Keraguan terhadap komitmen Arman, (sebutan untuk Abdul Rahman Saleh) seperti yang diungkapkan Ny Sumarsih. Ibunda Wawan (korban Semanggi I) ini, menilai proses proses hukum kasus yang diduga melibatkan aparat TNI sebagai pelaku pelanggaran HAM tersebut, selama ini "jalan di tempat". Ny Sumarsih mengungkapkan hal ini usai berdialog dengan Arman di kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (29/10/2004). "Sebetulnya baik juga dibentuk tim kecil. Tetapim pengalaman perjalanan hukum selama ini, membuktikan selalu ada pemutarbalikan fakta untuk kepentingan penguasa sebagai pihak yang melanggar HAM," ujar Sumarsih. Menurut Sumarsih, langkah nyata yang seharusnya ditempuh oleh Jaksa Agung Arman, bukan sekedar membentuk tim kecil yang hanya bisa mempelajari dokumen laporan Komnas HAM. Melainkan upaya politik untuk membawa kasus pelanggaran HAM ke Pengadilan HAM, sebagaimana yang diterapkan pada kasus Tanjung Priok. Tidak tertutup kemungkinan, hasil akhir kerja tim kecil yang beranggotakan para jaksa yang dulu menangani kasus tersebut, akan sama saja dengan sebelumnya. "Terlebih parlemen, sudah memutuskan tidak ditemukan pelanggaran HAM sama sekali dalam kasus TSS," imbuh ibu bertubuh mungil yang rambutnya tertutup uban ini. Sumarsih menambahkan, upaya lain yang juga sebaiknya dilakukan Arman adalah membenahi mekanisme KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) antara korban dengan pihak yang diduga sebagai pelanggar HAM. Ia memandang, KKR saat ini tidak lebih sebagai alat untuk memberikan ganti rugi kepada keluarga korban, tanpa ada pengakuan bersalah dan permintaan maaf dari pelaku. "Nampaknya, perjuangan saya masih bertambah panjang. Sekecil apa pun harapan itu, saya akan terus pelihara," ujar Sumarsih sambil menghela nafas panjang. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads