"Indonesia punya pengalaman yang kurang lebih sama ketika Indonesia diguncang pengalaman yang sama tahun '98-'99. Tetapi Alhamdulillah dengan izin Allah situasi itu tidak terjadi lebih buruk lagi," ujar Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
SBY bercerita saat itu militer Indonesia mendukung reformasi dan demokratisasi. Sementara pemimpin politik Indonesia waktu itu tidak meninggalkan militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY saat itu terjadi kolaborasi, sinergi dan kebersamaan antara pemimpin-pemimpin sipil dan pemimpin-pemimpin politik dengan kaum militer di Indonesia yang telah melaksanakan reformasi.
"Barangkali pengalaman di masa-masa Indonesia yang sulit itu boleh juga kalau dijadikan pelajaran. Bahwa tidak mungkin situasi di Mesir sekarang ini kalau pemimpin dan elite politik dari pihak-pihak yang sedang berhadapan melakukan sesuatu yang berani dalam arti rekonsiliasi mencari solusi yang saya sebut dengan win-win yang sifatnya dan bisa dihentikan," jelasnya seraya mendesak DK PBB untuk segera mengambil tindakan.
(ega/gah)











































