Muslim Solo dan Yogya Turun Jalan Kecam Thailand
Jumat, 29 Okt 2004 16:00 WIB
Solo - Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo menggelar aksi turun ke jalan untuk memberikan solidaritas atas penderitaan warga muslim di Thailand Selatan. Mereka juga menyatakan kutukan keras terhadap tindak represif yang dilakukan militer Thailand terhadap minoritas muslim di negri gajah putih tersebut.Sekitar dua ratusan massa PKS menggelar aksi di Bundaran Gladag, Jumat (29/10/2004) sore. Aksi dipimpin oleh Plh Ketua DPD PKS Solo, Haryanto. Hadir pula beberapa anggota DPRD dari PKS, dosen, serta massa pendukung lainnya. Dalam orasi secara bergantian dinyatakan bahwa kebiadaban Pemerintah Thailand terhadap kaum muslim di negeri itu telah di luar batas kemanusiaan.Karena itu PKS Solo menyatakan kecaman dan kutukan keras terhadap Pemerintah Thailand atas pembantaian yang menewaskan 84 orang dan melukai ratusan warga muslim lainnya. Merek juga mendesak pemerintah Thailand segera menghentikan aksi kekerasan serta menuntut pembebasan tahanan muslim.Namun jika pembantaian masih terus dilakukan, PKS Solo meminta Pemerintah RI segera meninjau ulang kerjasama bilateral dengan negara tersebut serta menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memboikot produk-prosuk dari Thailand sebagai bentuk solidaritas atas aksi pembantaian itu.Selain itu, PKS juga meminta kepada seluruh kaum muslim di Solo untuk berdoa usai sholat tarawih, khusus bagi warga muslim Thailand yang sedang menderita. "Semoga saudara kita muslim di Thailand diberi kekuatan menghadapi fitnah keji pemerintah mereka," ujar Haryanto.Aksi damai tersebut menggunakan separuh badang Jalan Slamet Riyadi, sehingga tidak mengganggu arus lalu-lintas. Selain membawa puluhan poster kecaman bagi Pemerintah dan militer Thailand, mereka juga terlihat membagi-bagikan pernyataan sikap mereka kepada para pengguna jalan.Di YogyakartaSelain di Solo, aksi serupa juga digelar puluhan umat Islam Yogyakarta. Aksi yang digelar pukul 14.00 WIB bertempat di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Aksi diikuti anggota Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) dan Forum Silaturahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY).Aksi tersebut digelar tepat ditengah perempatan dengan menempatkan sebuah mobil pick up sebagai panggung orasi dilengkapi sound system. Sedangkan peserta aksi berdiri berdiri di sekelilingnya sambil membawa poster dan bendera panji-panji umat Islam. Meski aksi digelar di tengah keramaian, namun tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas di jantung kota Yogya.Dalam aksi tersebut mereka membawa poster di antaranya bertuliskan "Umat Islam Bukan Gajah Potong atau Ayam Potong, Stop Pembantaian, Ramadan Bulan Suci Bukan Bulan Pembantaian, PM Thaksin Harus Bertanggung Jawab."
(nrl/)











































