Nongol di Istana, Kapolri Minta Buron Dodi Sumadi Diusut
Jumat, 29 Okt 2004 16:34 WIB
Jakarta - Dodi Sumadi (55), buron kasus penipuan terhadap Tommy Soeharto nongol saat pelantikan kabinet Indonesia Barsatu di Istana Negara. Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus tersebut."Ya saya juga baca. Saya instruksikan jajaran, terutama Polda Metro Jaya yang punya target dan menangani kasus itu. Yang menjadi persoalan, informasi yang ada di masyarakat dan diangkat ke media harus segera ditindaklanjuti jangan sampai keliru, artinya jangan sampai ternyata cuma yang mirip saja," kata Kapolri Jenderal Pol. Da'i Bachtiar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/10/2004).Dikatakan Kapolri, pihaknya akan meminta keterangan orang-orang yang mengenal dekat Dodi. "Jadi orang yang paham betul kalau dia benar Dodi segera didatangai atau kalau yang punya rekamannya segera dilihat lagi sehingga tidak keliru. Karena orang yang masuk ke Istana harus ada undangan kalau tidak ada undangan bagaimana bisa masuk," paparnya."Jadi jangan kita salahkan orang atau instansi lain, tetapi masukan itu baik sekali dan saya telah perintahkan Polda untak ditindaklanjuti," imbuhnya.Dodi Sumadi buron kasus penipuan terhadap Tommy Soeharto sebesar 1,7 juta dollar AS (Rp 15 miliar) tampak menghadiri pelantikan kabinet di Istana Negara seperti dilansir majalah mingguan Gatra terbaru. Dodi berbaur berdekatan dengan tamu dari kalangan mantan menteri, ketua lembaga tinggi dan tertinggi negara. Kehadiran Dodi sempat terekam kamera televisi, dia tengah asyik berbincang-bincang melalui telepon gengamnya. Selama ini Dodi yang hobinya berfoto dengan pejabat tinggi dikenal sebagai tukang tipu licin.
(aan/)











































