Nama Albertus ikut terseret lantaran sempat diduga terlibat pembunuhan mantan kekasihnya tersebut. Namun belum ada bukti dan fakta perwira polisi itu terlibat.
"Ada dua oknum yang juga diproses oleh Propam Polda Jabar. Dia Bripka A dan Brigadir F. Bripka A anggota Satlantas Polresta Cimahi, kalau Brigadir F anggota Dalmas Polrestabes Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (14/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewaktu diminta keterangan Propam Polda Jabar, Albertus mengakui menyuruh dua oknum polisi tersebut. Albertus meminta keduanya untuk mengetahui keberadaan Sisca. Pengintaian itu terjadi setahun lalu atau Agustus 2012.
"Almarhum (Sisca) 'kan saat itu berpindah tempat (indekos). Sebagaimana kita pahami dari penyidikan, almarhum tiga kali pindah kos. Dua oknum itu pernah diminta untuk mengetahui keberadaan almarhum," jelas Martin.
Albertus dalam pemeriksaan itu meminta dua polisi kenalannya mencari tahu mobil yang dipinjam pakai oleh Sisca. Sebab saat itu mobilnya dinyatakan hilang oleh Sisca pada Juli 2012.
Martin menerangkan, Albertus pernah mencoba mengontak Sisca, namun tidak pernah bisa dihubungi. Albertus pun membuat laporan dan ibunya Sisca pernah dimintai keterangan sebagai saksi di Polsek Astananyar. "Tapi akhirnya mobil itu dikembalikan," kata Martin.
Mungkin karena itulah Sisca mengungkapkan kekesalannya kepada Albertus dengan menampilkan foto di salah satu akun Facebook miliknya.
"Kami akan cari tahu sejauh mana keterlibatan Bripka A dan Brigadir F," kata Martin.
Namun begitu, Martin menegaskan, belum ada bukti dan fakta Albertus terlibat pembunuhan Sisca.
Dua pembunuh Sisca yakni Wawan (39) dan Ade (24) ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Motif kasus ini pencurian disertai kekerasan. Kedua pelaku tersebut mengaku tidak mengenal Albertus.
(bbp/ndr)










































