"Hari ini diperiksa kepala satpam kompleks atas nama Mawir di Polres Tangerang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/7/2013).
Rikwanto mengatakan, belum ada perkembangan terkait hasil pemeriksaan tersebut. Pihaknya juga kembali melakukan olah TKP di waktu yang sama dengan kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hasil olah TKP menunjukkan jalanan di rumah AKP Tulam pada pukul tersebut sudah mulai ramai. Banyak pengguna jalan seperti pejalan kaki, pengguna sepeda, pengguna motor maupun mobil yang melintasi kompleks Banjar Wijaya kluster Yunani tersebut.
"Jadi siapa pun pelakunya bisa naik kendaraan bermotor maupun jalan kaki," terangnya.
Belum diketahui motif penembakan tersebut, sebab tidak ada barang milik AKP Tulam yang hilang. Menurut Rikwanto, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Kriminal Umum, Intelijen dan Direktorat Narkoba masih terus berupaya untuk mengungkap kasus tersebut.
"Mereka (tim gabungan) mengolah informasi yang ada, kemudian membagi tugasnya masing-masing," tutur Rikwanto.
Penembakan di rumah AKP Andreas Tulam, anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya, terjadi pukul 06.15 WIB, Selasa (13/8) atau 15 menit setelah AKP Andreas Tulam berangkat kerja. Penembak diperkirakan menggunakan airsoft gun karena tidak ditemukan proyektil di TKP. Tembakan hanya mengenai pintu.
(nik/nrl)











































