Muslim Semarang Juga Demo Mengecam Thailand

Muslim Semarang Juga Demo Mengecam Thailand

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2004 15:24 WIB
Semarang - Berbeda negara tak membuat solidaritas mengkerut. Buktinya, warga muslim Semarang. Mereka yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) ini berunjuk rasa mengecam pembantaian muslim di Thailand Selatan sepanjang tahun 2004.Aksi solidaritas ini dimulai pada pukul 13.15 WIB dari depan Masjid Baiturrahman Semarang , Jl. Simpang Lima, Jum'at (29/10/2004). Mereka berkumpul dari berbagai arah memakai beberapa mobil. Dari sana, mereka long march menuju RRI Semarang, Jl. Ki Mangun Sarkoro.Di sepanjang jalan, massa yang jumlahnya sekitar 300-an itu berteriak-teriak mengecam pembantaian di Thailand. Saking banyaknya peserta aksi, jalanan dilewatinya pun macet. Kendaraan berjalan tersendat. Terlebih lagi, tak ada satu polisi yang terlihat mengatur lau lintas.Di RRI, mereka meminta siaran langsung. Pihak RRI Semarang yang terkesan sangat akomodatif terhadap berbagai aspirasi masyarakat itu pun memberikan waktu. Sehingga perwakilan FSUI bisa siaran langsung dengan membacakan pernyataan sikapnya.Puas di RRI, mereka menuju Kantor DPRD Jawa Tengah, Jl. Pahlawan. Selama di perjalanan, mereka membentangkan poster-poster yang berisi "PKS: Kecam Keras Pembantaian di Thailand", "Bosnia, Chechzna, Thailand, Indonesia?", dan lainsebagainya.Dalam orasinya mereka menyatakan sepanjang tahun 2004, 414 muslim Thailand jadi korban. Setidaknya ada 16 insiden yang menewaskan ratusan orang tersebut. Terakhir, insiden tersebut terjadi pada tanggal 26 Oktober dengan korban sedikitnya 78 orang tewas."Ini adalah salah satu bentuk solidaritas kami. Mayoritas warga di sana (Thailand Selatan) adalah muslim. Jadi tak ada alasan untuk tidak empati terhadap kenyataan mereka," kata seorang peserta aksi.Diperkirakan, aksi yang dilakukan di tengah terik matahari itu berakhir pada pukul 15.30 WIB. Dalam aksi itu, tampak beberapa anggota DPRD Kota Semarang yang berbasis PKS, yakni Fris Dwi Yulianto, dan Ari Purbono. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads