"Yang paling penting dari aparat keamanan peningkatan kewaspadaan," ujar Djoko di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Menurut Djoko modus teror kini sudah berubah. Tidak diketahui sasaran yang dituju siapa. "Masyarakat juga dimohon meningkatkan kewaspadaannya terhadap lingkungannya. Kalau dilihat lingkungannya mencurigakan, ada keinginan masyarakat melapor ke aparat keamanan. Dengan cara itu kita bisa, cara lain program deradikalisasi kan sudah dikerjakan," paparnya.
Razia senjata? "Salah satunya. Kan kepemilikan diizinkan. Disitu pengetatan, siapa
yang harus diberikan," jawabnya.
Kasus teror terjadi dua pekan ini. Aiptu Dwiyatna ditembak hingga tewasoleh orang tidak dikenal di Ciputat, Jakarta Selatan. Pelaku yang saat itu mengendarai motor menembak kepala korban dari belakang.
Sebelumnya, anggota Polsek Gambir Aipda Patah juga tewas akibat luka tembak di dada kiri pada saat meninggalkan rumahnya untuk bekerja.
Terakhir kasus penembakan rumah AKP Andreas Tulam yang terletak di perumahan Banjar Wijaya, Cluster Yunani, Cipondoh, Tangerang.
(ega/fdn)











































