Serukan Boikot, Pendemo Bakar 'Produk' Thailand
Jumat, 29 Okt 2004 15:18 WIB
Jakarta - Sedikitnya 100 orang dari 5 elemen menggelar aksi di depan Kedubes Thailand, Jl.Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (29/10/2004) terkait dengan tragedi tewasnya 80-an muslim Pattani di Thailand selatan. Mereka menyerukan Indonesia memboikot produk Thailand: gula dan beras.Para pendemo mengutuk aparat keamanan Thailand yang menangkapi para pendemo muslim Pattani dan menumpuk-numpuknya bak batu bata di atas truk dan dibawa sejauh 100 jam di bawah guyuran hujan pada Senin lalu. Hal itu membuat pada pendemo yang ditangkap kehabisan nafas dan tewas. Para pendemo juga mendesak pemerintah Indonesia menggunakan kekuatan politik luar negerinya untuk menyikapi masalah ini.Elemen pendemo pertama adalah Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) yang datang pukul 13.45 WIB. Mereka menggelar aksi di depan pintu gerbang Kedubes yang di Jl.Imam Bonjol. Orasi mereka pada intinya prihatin atas tragedi yang menimpa minoritas muslim Thailand. Massa juga sempat melaksanakan salat gaib di pinggir jalan. .Pukul 14.00 WIB, datang Solidaritas Rakyat untuk Muslim Thailand. Mereka berdemo di depan gerbang Kedubes di sisi Jl.Pekalongan. Tak lama kemudian datanglah massa Hizbut Tahrir Indonsia dengan menggunakan kendaraan bak terbuka. Pukul 14.40 WIB, datang massa Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Lima menit kemudian, aktivis KAMMI muncul.Para pendemo membawa sejumlah poster dan spanduk serta bendera Merah Putih. Poster-poster di antaranya berbunyi Save Pattani Muslim; Adili PM Thaksin di Mahkamah Internasional; Tolak Kekerasan terhdap Muslim Thailand.Mereka yang berdemo di Jl.Pekalongan membawa dua karung yang ditulisi beras dan gula. Menurut mereka, itu adalah produk Thailand dan harus diboikot. Massa juga membakar kedua karung itu. Setelah api menyala, aparat yang berjaga berusaha memadamkannya. Akibat demo ini, lalu lintas Jl.Pekalongan menuju Jl.Imam Bonjol terhambat.
(nrl/)











































