Hal itu diungkapkan Enoh (50) tetangga dekat Sisca saat ditemui di rumahnya di Jalan Pagarsih, RT 01 RW 08 Gang Pasantren, Gang Pa Marhadi Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloakaler, Bandung, Selasa (13/8/2013).
"Enggak pernah lihat Yofie (panggilan Sisca di Pagarsih-red) bawa teman lelaki. Kalau datang selalu sendiri," ujar Enoh.
Terakhir, dirinya bertemu dengan Sisca sehari sebelum kejadiaan nahas yang merenggut nyawa branch manajer PT Venera Multi Finance itu, yaitu pada Minggu (4/8/2013). Saat itu Sisca akan pulang setelah mendatangi penjahit langganan yang letaknya di sebelah rumah Enoh.
Biasanya, dalam seminggu Sisca bisa datang 2-3 kali ke rumah di Pagarsih itu. Mobilnya ia parkir di pinggir jalan. Setelah itu dia berjalan masuk gang yang jauhnya sekitar 100 meter dari mulut gang.
"Kalau pun diantar lelaki paling sama tukang becak yang bawain barang," katanya.
Penjahit langganan Sisca, Nana (41) mengungkapkan, pada Minggu siang, Sisca datang untuk mengambil jahitan sebelumnya dan memasukkan baju baru untuk dirombak (dikecilkan). "Dia bilang, sore mau diambil. Tapi sampai malamnya, sampai Senin enggak diambil juga. Sampai akhirnya dengar kabar itu," kata Nana.
Sama halnya dengan Enoh, Nana pun mengaku tak pernah melihat Sisca bersama dengan laki-laki. "Enggak pernah lihat. Kalau lihat ya selalu sendiri. Saya juga enggak pernah nanya-nanya soal pacar," tuturnya.
Sisca merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Tiga saudara lainnya telah menikah, hanya tinggal Sisca dan kakaknya yang nomor 4 yang belum berkeluarga. Rumah di Pagarsih pun terlihat kosong dan tak terurus.
Rumah tersebut kini ditempati oleh Silfie, kakak Sisca. Namun sejak pemakaman pada Kamis (8/8/2013), Silfie tak lagi terlihat datang ke rumah tersebut.
(tya/tor)











































