"Tadi pagi saya dengar suara kaca pecah dan teriakan perempuan, keras sekali orang dari kamar saya kedengaran pas saya lagi mendengarkan radio," ujar tetangga korban, Evi (60), di Perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh, Tangerang, Selasa (13/8/2013).
Evi dan suaminya, Frans, mengaku tidak mendengar suara ledakan senjata saat itu. Keduanya yakin hanya mendengar suara kaca yang pecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pemilik rumah, AKP Andreas Tulam mengaku tidak mengetahui apa-apa terkait kejadian ini. Dirinya sedang di kantornya saat kejadian.
"Saya tidak bisa beri keterangan, semua saya serahkan ke penyelidik," jawabnya kepada wartawan.
Rumah Tulam diduga ditembak dengan menggunakan airsoft gun. Kaca pintu dari rumah berwarna coklat ini pecah akibat tembakan ini. Saat itu AKP Tulam baru saja meninggalkan rumahnya untuk bertugas sekitar pukul 06.00 WIB. Penembakan itu terjadi setelah 15 menit kemudian.
(nal/nrl)











































