RI Tak Setuju Myanmar Keluar dari ASEAN
Jumat, 29 Okt 2004 14:31 WIB
Jakarta - Jubir Departemen Luar Negeri (Deplu) Marty Natalegawa mengatakan belum ada wacana meminta Myanmar keluar dari anggota ASEAN menyusul pemecatan PM Myanmar Jenderal Khin Nyunt oleh rezim militer terkait kasus korupsi. "Justru kita merasa keanggotaan Myanmar dalam ASEAN lebih baik dibanding Myanmar keluar dari ASEAN. Kita ingin ASEAN menjadi faktor positif dalam mendorong demokratisasi di Myanmar,". Hal ini disampaikan Jubir Departemen Luar Negeri (Deplu) Marty Natalegawa di Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (29/10/2004).Menurut dia, pemerintah RI akan mendorong Myanmar mengambil langkah-langkah tertentu menyelesaikan konflik di negaranya. "Bukan maksud kita mau usil atau mau tahu tetapi lebih memahami, mengerti dan membantu Myanmar sehingga konsekuensinya kita harus tahu apa yang terjadi di sana," ujar Marty."Nanti, kita lihat apakah masalah ini akan dibahas di KTT ASEAN karena meskipun tidak diagendakan dalam KTT ASEAN. Namun semenjak AMM Phnom Penh, kemudian KTT Bali sampai AMM Jakarta perkembangan Myanmar senantiasa dibahas atas kehendak Myanmar sendiri," lanjutnya.Bagimana sikap RI Myanmar jadi Ketua ASEAN 2006?"Bagi RI, tahun 2006 Myanmar direncanakan menjadi ketua ASEAN, kita tidak harus mencoba menyelesaikan masalah ini. RI sebagai negara demokrasi ingin agar spirit negara demokrasi lebih tercermin dalam negara ASEAN dan tetap dengan cara bersahabat agar dapat meningkatkan kerja sama antar ASEAN dalam berdemokrasi," papar Marty.Pengalaman masa lalu, lanjutnya, RI tidak pernah secara terbuka membawa masalah ini dalam pertemuan di forum ASEAN. "Harapan kita adalah seandainya RI bersuara, kita mengharapkan negara lain menyampaikan pandangannya juga," demikian Marty.
(aan/)











































