Yusril: Presiden akan Lakukan Pergantian Menyeluruh di TNI
Jumat, 29 Okt 2004 12:46 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda pergantian Panglima TNI karena akan melakukan pergantian secara sistematis dan menyeluruh di semua kepala staf. Sebab semua kepala staf yang ada sudah akan memasuki masa pensiun. Demikian dijelaskan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengenai alasan Presiden SBY menarik surat mantan Presiden Megawati tentang pergantian Panglima TNI dari Jenderal TNI Endriartono Sutarto kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu."Presiden yang baru ingin ada pergantian sistematis dan menyeluruh di semua kepala staf," kata Yusril usai peresmian fasilitas produksi pengolahan dan penampungan minyak dan gas terapung di Belanak, Kepulauan Natuna, Riau, oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat (29/10/2004). Dijelaskan Yusril, dalam UU TNI yang baru diatur Panglima TNI harus berasal dari kepala staf angkatan. "Mungkin saja beliau akan mengangkat Ryamizard (KSAD Jenderal TNI Ryamizrad Ryacudu), atau bisa saja mengangkat KSAD, KSAL, KSAU yang baru, sesudah itu Panglima TNI diangkat dari salah satuddari mereka. Dan ini memerlukan proses."Ditanya apakah calon kuat Panglima TNI adalah Wakil KSAD Letjen TNI Djoko Santoso, Yusril mengaku tidak tahu. "Saya belum tahu. Belum dibicarakan. Tapi memang presiden bermaksud mengganti seluruh kepala staf angkatan pada saat mereka memasuki masa pensiun dalam waktu dekat ini. Hanya dari nama-nama, saya belum tahu."
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































