Di Mapolrestabes Semarang, Eko menceritakan, ia awalnya berkenalan dengan pelaku bernama Handi Ardian (27) warga Jalan Parenggan, Kabupaten Pati lewat Facebook dengan nama Ardi. Kemudian pada tanggal 28 Juli lalu Eko dijanjikan diberi uang Rp 1,5 juta jika mau membantu pekerjaan pelaku yang mengaku membuka saham di tiga hotel ternama di Pekalongan.
"Waktu itu mendekati Lebaran, Saya mau saja. Sekalian Saya pulang ke Pekalongan," ujar Eko di Mapolrstabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Senin (12/8/2013).
Pria yang bekerja sebagai security di Hotel Sun Island Bali itu kemudian bertemu dengan pelaku di Hotel Horison Pekalongan menggunakan motor Vario barunya bernopol DK 4235 OS. Setelah motor diparkir, ia dan pelaku menuju Hotel Grand Mandarin menggunakan mobil.
"Kunci motor saya titipkan ke resepsionis. Saya di jemput pakai mobil Grand Mandarin. Saya dilayani kaya raja," ujarnya.
Sesampainya di Hotel Grand Mandarin, korban disuguhi makanan dan dipersilahkan menikmati fasilitas spa. Namun saat akan menyimpan barang di loker spa, pelaku menyuruh korban agar meletakkannya di kamar saja agar aman.
"Setelah itu dia (pelaku) menghilang, motor saya juga tidak ada. Saya yakin pihak hotel juga sudah ditipu. Di resepsionis dia mengaku sebagai Ardi dari UNDIP," pungkasnya.
Setelah melaporkan ke kepolisian setempat, Eko juga berusaha mencari tahu keberadaan pelaku dengan melacak Iphone-nya yang ikut dibawa kabur. Ia memanfaatkan aplikasi 'Find My Iphone' yang sudah ada di Iphone miliknya dengan membuka situs icloud.
"Tiap malam saya pantengin leptop saya karena kalau terdeteksi maka akan keluar bunyi. Tiga hari yang lalu ternyata Iphone saya sempat dinyalakan beberapa menit dan mengarah ke Semarang. Tapi karena masih suasana Lebaran, saya biarkan dulu," ujarnya.
Bersama rekannya, Budi, Eko menuju ke Semarang untuk membeli smartphone di plasa Simpang Lima dan berharap bisa menemukan pelaku. Ternyata ia beruntung, pada pukul 12.30 siang tadi, pelaku berada di mall yang sama. Eko pun tidak mensia-siakan kesempatan itu dan segera melaporkan ke petugas keamanan setempat.
"Saya ke petugas keamanan dan menujukkan surat kehilangan saya. Dia (pelaku) sempat tidak mau mengaku sampai akhirnya dibawa ke sini (Mapolrestabes Semarang)," tuturnya.
Saat ditangkap, pelaku sedang bersama seorang pria bernama Agung (26) yang diduga menjadi terget pelaku berikutnya. Saat dimintai keterangan, Agung mengatakan jauh-jauh datang dari Rembang untuk bertemu pelaku yang mengaku kepadanya bernama Jerico.
"Kenal dari FB namanya Jerico. Diajak jalan terus dibelikan sepatu," ujarnya.
Sementara itu, barang milik korban Eko yang ditemukan bersama pelaku adalah KTP dan SIM, sedangkan Iphone, Blackberry, Smartphone Samsung, dan motor miliknya belum ditemukan. "Kata pelaku dijual ke temannya dengan harga Rp 500 ribu," kata Eko.
Hingga saat ini pelaku masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Belum diketahui apa motif dan sejak kapan pelaku melakukan aksi penipuan dengan modus seperti itu.
(jor/jor)











































