Apa Benar Lingkungan Kosan Sisca Yofie Rawan Jambret?

Apa Benar Lingkungan Kosan Sisca Yofie Rawan Jambret?

- detikNews
Senin, 12 Agu 2013 18:07 WIB
Apa Benar Lingkungan Kosan Sisca Yofie Rawan Jambret?
Jakarta - Dua tersangka pembunuh Franceisca Yofie (34) alias Sisca yang tewas secara sadis pada Senin (5/8/2013) malam telah tertangkap. Polisi menyebut, kedua tersangka tersebut semula akan menjambret Sisca namun berujung nahas karena rambut perempuan tersebut terlilit gir motor hingga kemudian terseret.

Benarkah kawasan Setra Indah Utara di Kecamatan Cipedes, tempat rumah kos Sisca, rawan penjambretan? Suro (35) satpam di kompleks tersebut mengungkapkan bahwa di wilayahnya tak pernah terjadi kasus penjambretan.

"Di sini aman. Enggak pernah ada penjambretan di sini. Yang pernah kejadian itu pencurian di rumah. Karena di sini sehari-hari sepi," ujar Suro yang berjaga sekitar 20 meter dari rumah kos Sisca.

Meski begitu ia menyebut kasus penjambretan memang kerap terjadi, namun itu di luar kompleks. "Kalau jambret sih beberapa kali di Jalan Cipedes, bukan di kompleks ini," katanya.

Karena itu Suro mengaku tak yakin jika Sisca menjadi korban jambret. "Kalau jambret kan biasanya ke yang lagi jalan. Ini kan pakai mobil," tutur Suro.

Saat kejadian, menurutnya kondisi di jalan tersebut dalam kondisi sepi. Apalagi saat itu warga baru saja berbuka puasa.

Senada dengan Suro, Freddy (54), warga setempat mengaku tak pernah ada kejadian kriminal yang meresahkan di lingkungan rumahnya. "10 tahu tinggal di sini, paling pernah dengar ada pecah kaca mobil. Tidak pernah ada yang korbannya dilukai," tuturnya.

Saat kejadian, Freddy sempat melihat mobil Sisca tengah terparkir di depan gerbang rumah kosnya dalam kondisi pintu terbuka. "Tapi waktu itu saya enggak ngeh," kata Freddy yang mengaku pernah berpapasan dengan Sisca sekitar 2 pekan sebelum kejadian.

Soal kejadian tersebut, Freddy mengaku tak percaya jika itu adalah penjambretan. "Enggak masuk akal. Kalau menurut saya itu sudah direncanain," kata Freddy.

Sisca Yofie adalah Branch Manager di PT Verena Multi Finance. Dia menjadi korban kejahatan setelah turun dari mobilnya Grand Livina di depan pondokannya yang cukup mewah.

(/)


Berita Terkait