Penggunaan landasan pacu (runway) Bandara Djalaludin Gorontalo masih dibatasi. Hal ini buntut dari tergelincirnya pesawat Lion Air JT 892 pada Selasa (6/8) lalu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan, panjang runway bandara tersebut 2.500 meter, Namun runway yang dapat digunakan hanya sepanjang 1.700 meter.
"Dengan dibukanya landasan tersebut, pesawat penumpang regional jarak pendek sekelas ATR masih dapat take off dan landing di sana," ujar Herry Bakti melaui siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (8/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hery mengatakan, hingga hari ini, pesawat Lion Air tersebut belum dapat di evakuasi dari runway, namun telah diterbangkan pesawat ATR untuk membawa peralatan khusus. Selain itu, tim dari KNKT beserta dengan Ditjen Perhubungan Udara sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan pesawat tersebut sehingga dapat dibersihkan dan dievakuasi.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.11 Wita, Selasa (6/8/2013). Pesawat mengalami over run saat mendarat karena ada sapi yang masuk ke landasan. Seluruh penumpang yang berjumlah 110 orang dipastikan selamat.
"Diharapkan bandara tersebut dapat segera normal dan dapat digunakanโ ujar Herry Bakti.
(jor/fdn)











































