"Kalau cuma untuk makan cukup," ujar Suryadharma, di gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/8/2013).
Suryadharma tak menjelaskan lebih jauh berapa sebetulnya biaya yang dibutuhkan dalam menentukan awal bulan ini. Namun tentu saja anggaran yang lebih besar dibutuhkan untuk memodernisasi peralatan untuk melihat rukyat.
"Kalau untuk memodernisir alat-alat rukyat (Rp 163 juta) belum cukup, kan dibutuhkan peralatan yang lebih modern lagi," lanjutnya.
Sebelumnya, Suryadharma membantah adanya isu permainan uang di sidang isbat yang digelar kementeriannya. Suryadharma juga membantah rumor yang menyebut sidang isbat menghabiskan biaya anggaran sebesar Rp 9 miliar.
Isu tentang anggaran dan permainan uang, itu disampaikan oleh perwakilan Ormas Islam Persis, KH Syarif, dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal, yang digelar hari ini.
"Itu fitnah! tidak ada bermaksud mengeyampingkan yang lain," bantah Suryadharma Ali usai mendengar keterangan dari KH Syarif.
(rna/jor)











































