Ledakan di Marriott Bukan Bom

Ledakan di Marriott Bukan Bom

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2004 06:27 WIB
Jakarta - Seorang diplomat asal AS adalah satu dari tujuh korban akibat ledakan di Hotel Marriott, Islamabad. Kementerian Informasi menyatakan ledakan itu bukan diakibatkan karena bom, melainkan hanya karena hubungan arus pendek.Sementara itu, pegawai Hotel meyakini ledakan yang terjadi pukul 21.25 waktu setempat di pintu masuk hotel adalah karena bom. Kednati demikian, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Jumat (29/10/2004), pejabat Pakistan menyatakan ledakan disebabkan karena hubungan listrik arus pendek. "Bukti menunjukkan ledakan disebabkan hubungan arus pendek. Saya dengan yakin menyatakan tidak ada aktivitas teroris dalam kejadian ini," ujar Menteri Dalam Negeri Aftab Sherpao di lokasi kejadian.Di tempat terpisah, pejabat AS di Washington menyatakan 11 staff dari Kedubes AS di Islamabad sedang menyantap makan malam di Marriott ketika ledakan terjadi.Deputi Superintenden Kepolisian Islamabad Khalid Masood menyatakan setidaknya tujuh orang terluka akibat ledakan, tiga hingga empat diantaranya adalah orang asing. Masood menambahkan seorang pegawai hotel dalam kondisi kritis, 90 persen tubuhnya terbakar.Ledakan menghancurkan kaca-kaca di pintu masuk hotel, demikian juga jendela di belakang lobi utama yang jaraknya mencapai 30 meter. "Nampaknya ini bom meledak. Bom itu sepertinya disembunyikan di salah satu pot tanaman di dekat pintu masuk hotel. Ledakannya sangat dahsyat, mengejutkan semua orang di hotel," ujar Khurram Ahmed seorang pegawai Hotel.Hal ini dibantah oleh Menteri Informasi Shaikh Rasheed, "Itu tidak benar. Ledakan disebabkan karena hubungan arus pendek," tegasnya. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads