Staf Asing Pemilihan Umum Diculik di Kabul
Jumat, 29 Okt 2004 05:44 WIB
Jakarta - Tiga petugas asing penyelenggara pemilihan umum di Afghanistan diculik di ibu kota Kabul, demikian keterangan sejumlah pejabat. Pekerja yang diculik, termasuk dua wanita, merupakan bagian dari tim gabungan PBB dan pemerintah Afghanistan yang menyelenggarakan pemilu dan telah melakukan penghitungan sejak pemilu 9 Oktober.Menurut pihak PBB ketiganya adalah Anjelito Nayan dari Filipina, Annetta Flanigan yang berkewarganegaraan Inggris dan Irlandia, dan Shqipe Hebibi dari Kosovo."PBB mengharapkan pembebasan segera ketiganya," ujar kepala juru bicara PBB Fred Eckhard, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/10/2004).Kelompok yang menyebut dirinya Tentara Muslim mengatakan menahan mereka di luar Kabul."Ini jelas penculikan. Korban adalah staf internasional dengan komisi pemilihan umum di Kabul," ujar juru bicara PBB Manoel de Almeida e Silva kepada kantor berita Associated Press.Dia menolak berspekulasi mengenai motif penculikan dan tidak akan mengungkapkan nama-nama sandera.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw mengukuhkan bahwa satu dari tiga orang itu berkewarganegaraan ganda Inggris-Irlandia. "Kami melakukan kontak dengan keluarga," katanya kepada wartawan di London.Penculikan yang pertama kali terhadap orang asing di tengah hari di Kabul menimbulkan kejutan terhadap masyarakat orang asing di sana. Pekerja asing dan staf PBB diperintahkan kembali ke kediamannya dan tetap tinggal di sana atau tempat aman lainnya sampai pemberitahuan lebih lanjut.Pasukan Internasional pimpinan NATO (Isaf) menyatakan, pekerja itu diculik setelah dihentikan kendaraan road empat dekat Karteh Parwan, kawasan makmur di bagian Barat Kabul dekat Intercontinental Hotel. "Mereka dipaksa keluar dari mobil dan dibawa ke kendaraan lain," ujar juru bicara Isaf Valery Putz.
(dit/)











































