Seleksi Komisi Ombudsman DIY Dipertanyakan
Kamis, 28 Okt 2004 23:57 WIB
Yogyakarta - Seleksi penerimaan anggota komisi Ombudsman Daerah (OD) Propinsi DIY dipertanyakan peserta. Sebanyak 10 orang peserta menilai tes wawancara yang dilakukan tim penilai diskriminatif, tidak profesional, tidak adil serta ada beberapa kejanggalan.Salah seorang peserta seleksi, Syahbudin Latief mengatakan adanya sikap ketidak profesionalan lima orang tim penguji dalam melakukan tugasnya. Ada sejumlah kejanggalan yang tidak sesuai aturan dalam pelaksanaan seleksi masuk."Tidak semua lima orang tim penguji itu melakukan tes wawancara kepada peserta. Ada yang diuji tiga orang, empat orang atau lima. Saya sendiri hanya diuji empat orang," katanya kepada detikcom, Kamis (28/10/2004).Namun Syahbudin membantah bila pengaduannya kepada anggota DPRD DIY adalah bentuk kekecewaan dan ketidak puasan peserta karena tidak lolos seleksi. Meski salah seorang anggota tim seleksi Suparman Marzuki pernah mengatakan seleksi tersebut sudah memeuhi aturan yang berlaku tapi peserta menilai diskriminatif dan janggal."Kita menilai ada hal-hal yang janggal. Seakan-akan tes tersebut hanya formalitas belaka," katanya.Ketidakprofesionalan lainnya kata Syahbudin, ada peserta seleksi Ombudsman Swasta yang jadi penyeleksi Ombudsman daerah. Ini tidak etis, masak ada peserta yang pernah diuji kemudian jadi tim penguji. bahkan ada peserta yang jadi penyelenggara kemudian ikut seleksi," katanya.Sebanyak 10 orang yang tidak lolos seleksi itu diantaranya Syahbudin Latief (peneliti UGM), Ahmad Husni (dosen UMY), Damianus Bilo (swasta), Kuwatana (konsultan), Mahyudin Al Mudra (wiraswasta), Lukamnul Hakim, (swasta), Parjiono (swasta), Raina Dwi Miswara (swasta), Retno Djayanti (swasta), Sihono HT (wartawan).Secara terpisah Gubernur Provinsi DIY Sultan Hamengku Buwono X ketika dimintai komentar mengatakan pihaknya belum pernah menerima laporan atas kinerja tim pembentukan Komisi Ombudsmen Daerah."Saya sudah tanyakan masalahnya, tapi belum ada jawaban. Baik ada masalah atau tidak seharusnya memberikan report," kata Sultan kepada wartawan seusai pengukuhan pengurus Dewan Koperasi Indonesia DIY 2004-2009, di Keptihan Jl Malioboro Yogyakarta.
(dit/)











































