Yusuf Asyari Mundur Dari Kepengurusan PKS
Kamis, 28 Okt 2004 22:39 WIB
Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyari secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu, di PKS ia merupakan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP).Pernyataan di atas disampaikan Yusuf dalam acara perkenalan dan silahturahmi dengan kalangan Real Estate Indonesia (REI) di kawasan Kafe Tenda Semanggi (KTS), Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2004) malam."Secara organisasi surat pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada Ketua MPP PKS, KH Rahmat Abdullah dan secara prinsip telah disetujui," ujar Yusuf.Yusuf menjelaskan, pengunduran dirinya merupakan bentuk kepatuhannya terhadap komitmen PKS. Perlu diketahui, PKS mempunyai kebijakan para pengurusnya yang duduk sebagai pimpinan di lembaga-lembaga tinggi negara dan kementerian, untuk tidak merangkapnya dengan jabatan di dalam partai."Tujuannya agar yang bersangkutan bisa lebih berkonsentrasi terhadap tanggung jawab barunya. Bagi partai, untuk memperlancar kaderisasi. Secara pribadi saya nggak kuat kalau merangkap jabatan. Jadi menteri itu kan berat, butuh konsentrasi penuh," jelasnya.Sebelum Yusuf, fungsionaris PKS lainnya yang mengundurkan diri dari kepengurusan serupa adalah Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. Beberapa hari setelah diangkat sebagai Ketua MPR, Hidayat melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PKS.Sikap ini pertama kali dicontohkan oleh Nur Mahmudi Ismail, Presiden Pertama PKS. Ketika ia memimpin Departemen Kehutanan dan Perkebunan pada era pemerintahan Gus Dur, Nur Mahmudi juga mengundurkan diri dari kepengurusan partai.Ditannya tentang siapa kader PKS yang akan menggantikannya di MPP kelak, Yusuf mengaku tidak mau tahu urusan tersebut. Menurutnya, siapa pun orangnya yang terpilih, sepenuhnya merupakan kewenangan partai.
(dit/)











































