Kisruh di DPR Batal Mereda
Kamis, 28 Okt 2004 22:17 WIB
Jakarta - Setelah sempat mereda kisruh di DPR kini memanas lagi, bahkan tampaknya kisruh ini akan lebih seru dibanding kisruh sebelumnya. Pasalnya, fraksi fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan menganggap fraksi Koalisi Kebangsaan melakukan pengkhianatan terhadap kesepakatan untuk kesekian kalinya.Faktor kisruh babak ke dua ini masih tetap seputar pemilihan pimpinan komisi di DPR. Sebelumnya, lima fraksi Koalisi Kerakyatan yaitu F-PPP, F-PAN, F-PKS, F-PD, dan F-Bintang Pelopor Demokrasi telah memboikot sidang paripurna DPR terkait penetapan sistem pemilihan pimpinan komisi pada Selasa (21/10) dan Rabu (22/10) lalu.Pemboikotan dilakukan sebagai bentuk proses terhadap pimpinan DPR dan Fraksi Koalisi kebangsaan yang tidak konsisten dengan kesepakatan sebelumnya, bahwa pemilihan pimpinan komisi dilakukan secara proporsional. Namun belakangan, fraksi-fraksi Koalisi Kebangsaan plus F-KB mengubah kesepakatn itu dan memilih sistem voting.Menjelang sistem voting diketuk di sidang paripurna, lima fraksi Koalisi Kerakyatan memboikot lagi. Setelah sidang paripurna diskors beberapa kali, sidang paripurna yang seharusnya tidak kuorum itu tetap memaksakan penetapan sistem voting dalam pemilihan pimpinan komisi. Atas hal itu, Koalisi Kerakyatan menilai sebagai pelanggaran tata tertib DPR, dan hasil putusannya batal demi hukum. Maka memanaslah hubungan Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan.Namun, rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan seluruh fraksi yang digelar di Gedung DPR Jl. Gatot Soebroto Jakarta, Kamis (28/10/2004) siang bisa meredakan kisruh itu. Soalnya, berdasarkan informasi yang didapat detikcom, rapat konsultasi itu memutuskan empat hal.Pertama, semua fraksi harus melihat ke depan dan melupakan kejadian yang telah lalu, Kedua, semua fraksi sepakat untuk tidak mempermasalahkan hasil sidang paripurna sebelumnya, termasuk sidang paripurna itu kuorum atau tidak. Ketiga, fraksi-fraksi Koalisi Kerakyatan menyerahkan anggota-anggota Komisi, dan keempat, sidang komisi untuk menentukan pimpinan komisi yang seharusnya digelar siang ini ditiadakan dan pada Kamis malam ini dilakukan lobi antara pimpinan fraksi dan pimpinan DPR.Kendati demikian menurut salah seorang anggota DPR dari Koalisi Kerakyatan yang enggan disebutkan namanya, kesepakatan itu diingkari oleh Koalisi Kebangsaan. Para fraksi Koalisi Kebangsaan tetap menggelar sidang komisi tanpa kehadiran anggota Fraksi Koalisi Kerakyatan. Dalam sidang komisi itu berdirilah pimpinan komisi-komisi, hasilnya Koalisi Kebangsaaan dan F-KB mendominasi pimpinan semua komisi."Ini jelas-jelas pengingkaran, padahal hasil kesepakatan rapat konsultasi menunda pemilihan pimpinan komisi pada esok hari dan mengadakan lobi pada malam ini. Karena mereka sudah menetapkan pimpinan komisi maka lobi yang harusnya digelar malam ini jadi batal," ujarnya pada detikcom, Kamis (28/10/2004) pukul 21.00 WIB.Pemaksaan kehendak ini, kata dia, jelas akan membuat hubungan antar anggota DPR makin tidak baik. "Kalau masalah ini terus berlarut-larut maka DPR ini betul-betul brengsek. Sebagai anggota DPR baru, saya benar-benar merasakan betapa kacaunya DPR karena sama sekali tidak mengedepankan sikap kenegarawanan," tegasnya.Menurutnya, karena pengingkaran ini telah terjadi untuk kesekian kalinya maka kisruh ini akan terus berlanjut sampai lima tahun mendatang. "Seharusnya pimpinan DPR bisa bersikap lebih bijak dan tidak lagi memihak pada fraksinya masing-masing," ungkapnya.Lantas, bagaimana sikap Koalisi Kerakyatan, pertemuan antara pimpinan lima fraksi Koalisi Kerakyatan sampai malam ini masih digelar di suatu tempat. Kemungkinan, Jumat (29/10/2004) besok, Koalisi Kerakyatan akan memberikan sikap keras.Yang jelas, malam ini dua anggota F-PAN yang sebelumnya telah dijadikan Wakil Ketua Komisi yaitu Alvin Lie, dan Sujud Surojudin akan menarik diri dari jabatan itu. "Pak Alvin dan Pak Sujud sudah sepakat untuk menarik diri," imbuhnya.Bagaimana sikap Koalisi Kebangsaan? Wakil ketua DPR dari unsur F-KB Muhaimin Iskandar mengaku sebetulnya sudah mengupayakan agar sidang komisi untuk pemilihan pimpinan komisi yang digelar pada siang sampai sore tadi ditunda. "Tapi para anggota komisi tidak mau, ya bagaimana lagi," ujar Muhaimin.Lantas bagaimana kelanjutan kisruh Koalisi Kebangsaan vs Koalisi Kerakyatan tampaknya Jumat besok kisruh ini akan makin seru.
(dit/)











































