Pemerintah Kecam Tewasnya 84 Warga Muslim di Thailand
Kamis, 28 Okt 2004 19:14 WIB
Jakarta -
Pemerintah mengecam tewasnya 84 warga muslim di Thailand sebagai suatu bentuk tindakan tidak manusiawi. Kendati demikian pemerintah tidak berpikiran untuk mengirimkan bantuan ke Thailand.Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda kepada wartawan usai bertemu dengan Menlu Belanda Bernard Bot selaku pemegang presidensi Uni Eropa di Departemen Luar Negeri (Deplu) Jl. Pejambon Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2004)."Kita tegaskan kita konsen terhadap kejadian tersebut, kita harap pemerintah Thailand menangani kasus ini dengan lebih manusiawi. Thailand harus menghormati hak-hak dasar manusia," tegas Hassan.Hassan menambahkan, posisi Indonesia sejalan dengan posisi Malaysia yang mengecam tindakan tersebut. Menlu juga sudah menginstruksikan Dubes di Bangkok untuk bertemu dengan Kementerian Luar Negeri Thailand untuk membahas masalah ini. "Tapi, kita tidak perlu untuk memberi bantuan karena ini merupakan masalah dalam negeri Thailand sendiri. Namun karena ini merupakan kasus musibah kemanusiaan yang cukup besar kita menyatakan sikap kita," paparnya.Sebelumnya, sekitar 1.500-2.000 warga Muslim di Thailand Selatan menuntut pembebasan enam orang personel pasukan keamanan sukarela Muslim, yang ditangkap awal bulan Oktober karena dianggap memberikan informasi sesat kepada aparat dan mencuri senjata. Setidaknya 84 orang tewas akibat bentrokan antara tentara Thailand dan pemuda Muslim yang melakukan protes di Tak Bai, Provinsi Narathiwat, Senin (25/10) lalu. Para saksi mata mengatakan, penembakan pertama terjadi setelah polisi menggunakan semprotan air yang keras dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.
(dit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































