Sumber detikcom di kepolisian menyebutkan, bomber di Wihara Ekayana ini satu kelompok dengan salah satu teroris jaringan Tulungagung yang ditembak mati yaitu Dayah. Dayah dikenal sebagai perekrut pengantin dengan cara mencuci otak calon bomber.
Keterlibatan kelompok teroris Tulungagung ini memiliki keahlian dalam merakit bom jenis nitrogliseryn hingga merekrut calon pengantin. Mereka juga pernah melakukan aksi pengeboman di beberapa tempat seperti bom Polsek Pasar Kliwon, bom Gereja Gatak Sukoharjo, bom pada perayaan Yoguwiyu (sebar apem) di Jatinom Klaten.
Kelompok teroris Tulungagung juga pernah terlibat aksi pengeboman di gua maria, Klaren, Pos Lantas Ketandan. Juga melakukan aksi bom bunuh diri di Polres Poso, pembakaran masjid Yayasan Amal Pancasila di Delanggu.
Bom di Wihara Ekayana meledak di Jalan Mangga Dua No 8 RT 08/08 Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, pada Minggu (4/8) pukul 18.50 WIB. Ledakan bom terdengar dua kali di dua titik yang terpisan.
Ledakan pertama terdengar di pintu masuk Kebaktian. Bom ditaruh didalam Tas tenteng plastik warna hijau diperkirakan seberat 3 Kg. Ledakan kedua terdengar di pintu masuk kedalam terjadi ledakan yang isinya telepon genggam, serpihan besi, kabel dan baterai energi.
Dalam ledakan tersebut terdapat banyak gotri dan pelit. Bon menimbulkan 3 0rang korban Elisa luka pada telinga, Rice luka ringan pada tangan dan Ling Ling luka pada telinga.
(mei/fdn)











































