"Kemarin ada satu sopir positif narkoba dan langsung dibawa pihak BNN," kata kepala UPT terminal DKI Jakarta, Renny Dwi Astuti saat ditemui di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (5/8/2013).
Sayangnya Renny enggan menyebutkan identitas sang sopir dan perusahaan yang menaunginya. Dia berkilah semuanya telah diurus pihak BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ditemukan ada tekanan darah yang tidak normal, akan diminta istirahat dan diberi obat. Tapi kalau kesehatannya dinilai tidak layak, maka kami larang untuk membawa penumpang, kami minta kepada pemilik bus untuk mengirimkan sopir pengganti," jelas Basuki.
(kha/mad)










































