MUI: Kalau Ada Kekerasan, Jangan Mengatasnamakan Islam

MUI: Kalau Ada Kekerasan, Jangan Mengatasnamakan Islam

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 05 Agu 2013 14:37 WIB
MUI: Kalau Ada Kekerasan, Jangan Mengatasnamakan Islam
Jumpa pers MUI (Khafifah/ detikcom)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan adanya ledakan bom di Vihara Ekayana. MUI meminta agar pihak yang melakukan kekerasan tersebut tidak mengatasnamakan Islam.

"MUI tidak mentolerir adanya kekerasan. Kalau ada kekerasan jangan pernah mengatakan itu Islam," ujar Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Umar Shihab, di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).

Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama, Slamet Effendy Yusuf, menghimbau agar masyarakat jangan terlalu dini membuat kesimpulan. Sebab saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pelaku peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami minta supaya tidak terlalu apriori mengatakan pelakunya ini itu," ujar Slamet.

Pihaknya berharap agar peristiwa ledakan bom di Vihara Ekayana tidak merusak hubungan antar masyarakat, etnis dan agama. Meskipun ditemukan surat bernada provokatif di Vihara tersebut.

"Jangan membuat peristiwa ini merembet ke persoalan lain. Kita jangan terjebak, seperti dengan adanya surat," katanya.

Namun siapapun pelaku pengeboman tersebut, MUI berharap agar diproses hukum secara adil. "Kalau terbukti yang melakukan pengeboman adalah umat Islam, ya diproses saja supaya tidak ada dugaan-dugaan. Itu kan melanggar," ucap Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin.

(kff/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini