Awas, Jalan Lintas Timur & Utara Riau Rawan Kecelakaan
Kamis, 28 Okt 2004 17:46 WIB
Pekanbaru - Baik bus umum dan pribadi mesti berhati-hati dalam perjalanan mudik, baik masuk dan keluar dari Riau. Dari survei yang dilakukan Polda Riau, diketahui jalan lintas timur dan lintas utara di Riau sangat rawan kecelakaan.Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Riau Kombes Pol Heru Purwanto mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Kamis (28/10/2004) di ruang kerjanya, Jl Sudirman Pekanbaru.Menurut Heru, jalan lintas timur yang menghubungkan Pekanbaru menuju Jambi saat ini sangat rawan kecelakaan. Sekitar 100 km dari Pangkalan Kerinci ibukota Kabupaten Pelalawan sampai ke perbatasa Jambi terdapat jalan rusak. Jalan lintas timur itu, sebagai besar berlubang serta jalan keriting.Untuk itu dalam arus mudik lebaran tahun ini, baik bus umum ataupun kendaraan pribadi yang mau dan masuk Riau mesti berhati-hati di jalan lintas timur. "Kita mencatat sepanjang tahun ini telah terjadi korban kecelakaan tewas di tempat sebanyak 5 kasus," kata Dirlantas Polda Riau.Jalur lintas utara dari Pekanbaru menghubungkan Sumatera Utara juga terjadi hal yang sama. Sekitar 100 km dari Kabupaten Bengkalis hingga ke perbatasan Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera utara, banyak jalan yang berlobang. Selain itu, jalan lintas utara banyak yang tambal sulam serta bergelombang."Kita berharap dalam arus mudik ini semua pengemudi mesti berhati-hati. Kita juga berharap kiranya untuk ke depan jalan-jalan yang rusak itu segera diperbaiki," katanya.Kayu BalakDari pantauan detikcom, kedua jalur lintas tersebut selama ini rusak parah disebabkan lalu lalang ratusan truk pengangkut balak. Ratusan truk sarat muat itu telah melebihi kemampuan badan jalan yang hanya menampung beban 8 ton. Rata-rata satu truk pengangkut balak bisa melebihi kapasitas jalan 4 sampai 6 ton.Itu sebabnya, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, jalan lintas timur dan lintas utara selalu rusak. Kendati telah ditambal sulam, namun masih banyak jalan yang berlubang.Seorang sopir bus AKAP Anugrah, Rinto, kepada detikcom mengatakan, jarak dari Kabupaten Pelalawan untuk menuju perbatasan Jambi sepanjang sekitar 150 km mesti ditempuh dengan waktu lebih dari 5 jam. Padahal bila kondisi jalan normal tidak berlubang, biasanya bus hanya akan memakan waktu maksimal 3 jam."Selain jalan rusak yang membuat kita mesti berjalan lambat, kita juga terhalang banyaknya truk pangangkut kayu balak yang hilir mudik di jalur lintas timur. Truk pengangkut kayu itu juga sebagai penghalang bagi kami," kata Rinto.
(nrl/)











































