Malam itu Minggu (4/8), 'Sahur on the Road' digelar oleh puluhan remaja 'tongkrongan' asal Cipinang. Bukan komunitas ataupun organisasi, hanya kumpulan sesama rekan bermain yang merasa peduli ingin membagikan santap sahur.
Dana dikumpulkan secara swadaya diantara mereka untuk bisa membeli bungkusan nasi yang nantinya dibagikan kepada orang yang tak mampu seperti gelandangan atau pengemis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Randi sebetulnya tak ingin ikut 'Sahur on the Road', namun karena diminta oleh salah seorang bapak rekannya untuk ikut, ia pun tak bisa menolak.
"Sekitar pukul 02.00 WIB temannya kasih tahu Randi ditabrak," ucapnya.
Randi beserta 4 orang rekannya dihantam mobil Nissan Grand Livina yang meluncur dari arah Kramat Raya menuju Senen, Jakarta Pusat. Seorang rekan Randi meninggal dalam kecelakaan itu.
"Lagi pada berdiri di pinggir jalan nunggu temannya. Sopirnya bilang nggak ngeliat karena jalannya nanjak," ucapnya.
Randi yang saat ini masih berkuliah di YAI itupun tersungkur. Motornya bernomor B 6264 UXI ikut hancur akibat ditabrak. Padahal saat itu 'Sahur on the Road' baru saja dimulai. Nasipun belum habis dibagikan.
Randi mengalami luka jahit di lengang kanan, pelipis, jari tangan dan sedikit pendarahan di kepala. Ia belum begitu bisa banyak diajak bicara, kakaknya menuturkan ia masih emosi dengan si pengemudi mobil yang membuatnya dirawat dan rekannya meninggal.
(bal/jor)











































