Tradisi Lebaran
Habis-habisan Sampai Utang
Kamis, 28 Okt 2004 17:18 WIB
Palembang - Entah dibenarkan atau tidak, setiap kali merayakan Idul Fitri, masyarakat Palembang akan habis-habisan mengeluarkan uang. Akibatnya tidak heran seusai Lebaran utang menumpuk.Adalah wajib, entah anak atau orang dewasa, miskin atau kaya, pada saat merayakan Idul Fitri harus mengenakan pakaian baru. Kemudian setiap rumah harus mempunyai kue, dari kue kering hingga kue basah alias bolu. Lalu, minuman, yang minimal beberapa botol sirup atau coke murah. Dan, semua itu tentu saja harus dibeli dengan uang.Indikatornya, sejak awal Ramadan lalu, setiap pusat perbelanjaan dan pasar di Palembang tak pernah sepi dari pembeli.Sebetulnya, hampir setiap keluarga muslim telah mempunyai simpanan dana untuk Ramadan dan Idul Fitri, serta bagi mereka yang bekerja akan mendapatkan THR dari tempatnya bekerja, tapi entah kenapa sebagian mengaku selalu kekurangan dana."Biaya makan selama Ramadan ini meningkat. Lalu, kami juga harus mengirim uang ke keluarga, saudara-saudaraku di dusun. Ini sudah tradisi keluarga kami setiap mau lebaran. Jadi, habis deh semua tabungan," kata Somad, seorang karyawan sebuah bank swasta di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Kamis (28/10/2004)."Ya, aku pun bulan ini terpaksa menunda membayar listrik dan telepon," kata bapak tiga anak ini.Somad adalah satu dari ribuan warga Palembang lainnya yang mempunyai utang dengan PLN dan PT Telkom, lantaran menghadapi Idul Fitri.Bayangkan, berdasarkan data dari Kandatel Palembang, tunggakan telepon warga Palembang terhitung sejak tanggal 20 Oktober 2004 ini sebesar R p3 miliar. Sedangkan total tunggakan mencapai Rp 10 miliar! Lalu, tunggakan warga ke PDAM Tirta Musi Palembang sebesar Rp 2,3 miliar.Selain berutang dengan cara tidak membayar kewajiban itu, warga Palembang juga sudah sepekan ini beramai-ramai mendatangi kantor Pegadaian. Tapi, belum diketahui berapa besar dana yang dibutuhkan dari Pegadaian, yang jelas beberapa kendaraan roda empat dan dua, mulai tampak di kantor Pegadaian Palembang, Jalan Merdeka Palembang.Jika sudah begini, tampaknya para ulama dan pemerintah harus mengimbau masyarakat untuk berhemat menghadapi Idul Fitri. Sebab entah apa yang terjadi di masyarakat setelah setahun ini banyak dana yang tersedot oleh suksesi politik dan kini perayaan Idul Fitri."Biasanya sebulan setelah Idul Fitri, kami harus berpuasa lagi," kata Somad terus tertawa.
(nrl/)











































